So You Think My Life is Perfect?
June 27, 2009Note: for those who are unable to read between the lines, please put your focus on the last two points
Catatan: buat yg tidak mengerti mengapa gue menulis ini, silahkan baca dan fokus ke dua poin terakhir
#curhat start, in summary mode
- Kemaren pagi resmi diumumkan kalo gue dapet assignment mendadak buat memimpin team dari Cisco AS buat meng-handle case besar di salah satu customer kunci di Arab Saudi
- Di Cisco ada Technical Assistance Center (TAC), kalo customer ada isu dgn produk atau solusi pada saat deployment bisa buka TAC case dgn prioritas P4 yg terendah dan P1 yg berarti “network meltdown” atau completely down
- Yg akan gue handle, levelnya lebih tinggi lagi dari P1, dan assignment spt ini biasanya gue berminggu-minggu di customer gak pulang-pulang (termasuk weekend)
- Kenapa gue yg berangkat? Kata mereka karena butuhnya seseorang yg punya profile spt gue, yg ‘can do the job whatever it takes’, berani mengambil keputusan on the spot under the pressure, sometime dare to break the rules, dan tidak pernah kerja ‘by the book’
- Dari dulu gue kerja di industri computer networking memang tidak pernah kerja sesuai prosedur, gue lebih sering ngerjain hal-hal yg belum pernah dikerjain sebelumnya oleh orang lain, making my own and the new procedure
- Project gue dulu di Vietnam yg melakukan migrasi core network ISP di tiga kota dgn routing policy yg sangat kompleks dalam kurun waktu 1 jam per lokasi adalah salah satu contoh, pada saat team lain dari Cisco Australia sudah angkat tangan
- Atau ketika gue melakukan migrasi dari produk non-Cisco ke Cisco utk perusahan minyak milik pemerintah Malaysia. Waktu itu sebenernya customer hanya ingin upgrade ke produk baru dari vendor yg sama, tapi ternyata vendor itu saja bilang proses upgrade tidak bisa dilakukan dgn limit maintenance window yg diberikan. Team yg gue pimpin mampu utk melakukan migrasi komplit ke produk Cisco sesuai target, dgn banyak melakukan improvisasi di lapangan
- Atau yg terakhir yg minggu lalu baru selesai dikerjakan, gue bikin arsitektur blueprint utk menjelaskan prosedur utk melakukan migrasi network buat customer di 28 negara eropa dgn jumlah 2200 total sites, ini juga belum pernah dilakukan orang lain di Cisco sebelumnya
- Di satu sisi gue seneng karena ini pengakuan akan skill dan expertise gue, apalagi gue juga suka bgt ama profile nya Jason Bourne: highly skilled (I wish), terbang kesana-kesini utk mengerjakan assignment, never ask questions
- Tapi di sisi lain gue juga bingung karena semenjak pindah ke Dubai memang gue banyak masalah pribadi, seperti kehamilan istri yg tidak direncanakan dan sempat bermasalah di trimester pertama, dan masalah-masalah yg berkaitan dgn kepindahan kita spt sekolah anak, tempat tinggal dan lain-lain
- Pergi meninggalkan keluarga di negara antah berantah selama berminggu-minggu akan merupakan pengalaman painful baru buat gue, apalagi anak gue yg pertama baru 10 tahun dan yg kedua masih 1.5 tahun, baru bisa jalan, dan gue tidak punya pembantu di rumah
- Gue dulu sering traveling meninggalkan anak istri, sampai 2 bulan, bahkan pernah 6 bulan tidak ketemu, tapi dgn catatan mereka selalu gue tinggalkan di rumah sendiri di Bandung. Dubai adalah tempat dimana semuanya belum stabil (bukan berarti Indonesia sudah stabil, tapi minimal di Indo kita dari kecil di sana dan sudah tau persis bagaimana cara mengatasi berbagai situasi)
- Yap, gue tahu kalo Dia yg di atas tidak akan menguji lebih dari kemampuan gue. Kata Harvey Dent di Batman juga: The night is darkest just before the dawn. What doesn’t kill you makes you stronger (stranger kalo kata The Joker). Jadi gue udah tahu kalo ini semua adalah pilihan, di semua hal pasti ada hikmahnya dan kata-kata mutiara lainnya. Tapi tetep pas ngejalanin pasti ada rasa kuatir, was-was, dan sebagainya
- Yang bisa gua lakukan sekarang adalah Tawakal, yg berarti gue percaya sepenuhnya bahwa yg di atas akan membantu gue, dan juga berusaha utk mempersiapkan kebutuhan keluarga selama gue pergi, spt menumpuk bahan makanan supaya keluarga tidak perlu keluar rumah jika tidak perlu, membereskan hal-hal yg berkaitan dgn sekolah anak (kebetulan anak gue pindah sekolah ke tempat baru), bayar-bayar fasilitas penunjang dan lain-lain
- Istri gue yg sedang menginjak masa kehamilan 6 bulan gue minta utk belajar nyetir dari minggu lalu. Dapet SIM di Dubai itu susahnya minta ampun, tapi kita tetep berusaha supaya sebelum gue pergi dia udah lulus ujian. Minimal kalo ada keperluan yg sangat penting dia bisa nyetir sendiri
- Gue masih ada waktu karena proses utk mendapatkan visa ke Saudi itu bisa makan waktu 1-2 minggu. Kalo biasanya gue pakai waktu sebelum ke customer utk mempelajari situasi di sana, kali ini semua waktu yg tersisa gue coba manfaatkan sebaik-baiknya utk mempersiapkan kepentingan keluarga. Kalo masalah kerjaan gue pikir ntar juga pasti bisa dikerjain: it’s already in my blood.
I’m a survivor anyway
- In this part of the world, dengan banyaknya tantangan dan sedikit sekali orang yg bisa dimintai tolong, gue pikir yg terbaik itu memang Tawakal. Berdoa dan percaya sepenuhnya akan pertolongan-Nya, dan juga berusaha untuk melakukan hal terbaik yg bisa dilakukan utk mempersiapkan segala sesuatu. Merencanakan terlalu detil juga tidak perlu, bikin persiapan sebaik mungkin dan dijalani saja
- Ini gue masukkan ke dalam blog, dgn topik “So You Think My Life is Perfect?” karena sampai hari ini gue masih sering mendapat email dari orang-orang yg minta petunjuk untuk bisa menjadi spt gue. Gue ingin mereka lihat bahwa hidup seseorang itu tidak ada yg sempurna dan jangan melihat hanya dari satu sisi saja
- Gue merasa tidak ada yg salah dgn mencari inspirasi dari orang lain. Tapi kesan yg lebih sering gue dapet itu orang-orang ingin spt gue (kerja di luar negri, bisa kesana-kesini dan sebagainya) tanpa mau mengerti bahwa di belakang itu ada harga yg harus dibayar. Yg suka bertanya ke gue itu lebih sering melihat ketika CCIE itu sudah kerja di tempat yg menurut mereka enak, tanpa mau melihat apa yg sudah dikerjakan utk mencapai ke sana
#end of curhat

Wow,
sorry to hear that, we’re wishing you a great strength to overcome all those problems.
Best wishes for the family ya,
Comment by Bimo Arioseno — June 27, 2009 @ 8:20 am
wawan,
semoga Allah SWT memberikan kemudahan, kelancaran, kekuatan dan perlindungan-Nya selalu buat wawan sekeluarga setiap saat. InsyaAllah, Allahumma amin.
wan, btw - InsyaAllah, *mungkin* proyek di Saudi ini merupakan undangan dari Allah SWT utk menunaikan rukun Islam yg kelima? Wallahu a’lam.
mohon maaf kalo ada salah kata.
/just an old friend.
Comment by abdi — June 28, 2009 @ 12:47 am
Ups…iam sorry to hear that ,
hm..hm….aku pernah commnet di postingan mas him yang dulu masalah keluarga..dulu mas him , yang buat saya ingin jadi ccie, tapi ngeliat kehidupan mas him yang begini,,jadi bingung…sekarang ccie buat saya bukan tujuan , keluarga tujuan saya..bisa ccie syukur ga bisa gpp , cupu si keliatanya tapi kan mas him yang pernah bilang life is a matter of preference. sekarang saya cuma seneng baca blog mas him , seneng ada orang indonesia seperti mas him yang bisa mimpin orang2 bule sana..tanpa mw jadi seperti mas him..
good luck untuk semuanya buat mas him., di setiap kesulitan ada kemudahan..itu janji Allah SWT..
saya selalu berdoa buat duta2 indonesia seperti mas him..saya percaya mas him pasti bisa laluin semua ini dan jadi lebih hebat lagi..semangat
jadi inget di film Click , pas adam mw meninggal dia bilang ke anaknya..
” Family came first ” thats all..
Comment by andre — June 29, 2009 @ 10:08 pm
“I believe my Creator wants me to be successful in this world and the next. And the definition of success is his, not mine.”
Prinsip gue, selalu berusaha utk mendapat best of both worlds, baik di kerjaan maupun di family. Mau jadi CCIE pasti ada tantangan, gak mau jadi CCIE juga ada tantangannya, bahkan mau tidur2an juga akan ada tantangannya yg lain lagi! Yg udah punya CCIE pun belum tentu sama tantangan yg didapat dgn yg gue hadapi. Kalau bisa mencapai target di dua-duanya, baik di kerjaan maupun keluarga, ini definisi sukses gue. Walau tentunya belum tentu sama dgn definisi dari yg di atas.
Comment by himawan — June 29, 2009 @ 11:04 pm
Kayaknya ngak lama lagi akan muncul Cisco Distinguished Engineer dari Indonesia nih, Mantap!! dan jangan lupa ‘experience’nya dituangkan ke ciscopress gitu
Comment by islamet — July 2, 2009 @ 6:03 am
nice article mas, kadang orang sawang sinawang.melihat enaknya saja tidak melihat sisi perjuangan. tapi memang semua itu pilihan.tentunya ada ganjaran yang akan di dapat.
salam kenal
Comment by adam — October 31, 2009 @ 1:32 pm