Suatu Hari di Kerjaan
April 20, 2009Gue bangun setelah tidur hanya 2 jam. Tidak ada waktu untuk mandi ataupun sarapan. Masih mengenakan celana pendek gue membuka dokumen IP/MPLS Core Network Low Level Design yg baru saja gue selesaikan beberapa jam sebelumnya. Design ini dibuat berdasarkan diskusi ekstensif dgn customer dan rekan-rekan di team melalui fasilitas online dan conference call. Gue menggunakan best practice dan konsep design yg optimal untuk memastikan semua requirement customer telah terjawab. Materi presentasi design ini juga sudah selesai. Gue baca-baca lagi ke dua dokumen tersebut utk terakhir kalinya untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan.
Gue mengambil sekaleng Red Bull dari kulkas. Laptop gue masih terkoneksi ke network kantor menggunakan saluran yg secure dan terenkripsi. Gue sudah menghabiskan waktu tiap malam sampai jam 5 atau 6 pagi selama sekitar sebulan untuk menyelesaikan design ini. Biasanya gue mengerjakannya dari kamar tidur gue. Ini membuat gue merasa nyaman dan juga selalu dekat dgn keluarga. Gue biasa kerja setelah keluarga tidur, karena kalo siang gue akan sibuk untuk mengurusi hal-hal yg berkaitan dgn pindahan dan juga membantu sang ratu untuk mengurus anak-anak. Dan bekerja di waktu malam membuat waktu gue bisa sinkron dgn rekan-rekan di US. Instant Messaging company gue masih nyala dan berkedip-kedip karena semalaman gue berdiskusi tentang arsitektur hardware yg digunakan di design dengan para developer di San Jose.
Semua kerja keras sudah selesai, saatnya presentasi ke customer.
Gue menghabiskan minuman penambah energi yg sudah membantu gue bergadang selama bermingu-minggu. Gue login ke WebEx untuk menyiapkan sesi meeting yg akan dimulai sebentar lagi. Login juga ke WebEx Connect untuk meng-upload semua dokumen dan memeriksa jika teman-teman team gue memberikan review ke design yg gue buat. Fasilitas callback di WebEx gue gunakan untuk menghubungi IP phone gue, yg suaranya menggunakan speaker sehingga gue bisa ngomong sambil mempresentasikan design atau menggambar sesuatu di aplikasi yg gue share di WebEx. Gue juga mungkin akan men-share desktop gue sehingga customer bisa login ke internal lab dari PC gue untuk memeriksa konfigurasi yg gue gunakan di lab yg mensimulasikan design network mereka. Gue juga sebenernya ingin memakai kamera supaya customer bisa melihat gue ketika presentasi, tapi dgn hanya tidur 2 jam dan belum mandi sepertinya mereka tidak akan tertarik
Gue mengirim pesan melalui IM ke teman gue untuk memastikan jika dia bisa melihat materi presentasi gue di WebEx. Dalam beberapa menit customer dan pihak-pihak lain akan join ke sesi meeting ini.
Gue mempresentasikan Low Level Design dari kamar tidur gue di Dubai untuk customer yg berlokasi di salah satu negara di Africa. Teman-teman gue yg terlibat di project ini ada di Spanyol dan Hungaria. Project Manager nya ikut meeting dari rumahnya di Nigeria.
Beberapa orang berkata bahwa inilah cara bekerja di Internet era. Beberapa orang menyebutnya True Collaboration. Beberapa akan menyatakan bahwa tool-tool kolaborasi yg berbasis web ini merupakan perwujudan dari konsep Web 2.0. Beberapa yg lain menamakan fenomena ini sebagai Work 2.0.
Tapi buat gue, ini hanya suatu hari biasa di kerjaan.
