Engineer atau Consultant?

February 20, 2009

Gue denger dari survey di radio kalo banyak orang memilih job title ketimbang gaji. Jadi mending punya titel yg keren walaupun gajinya kecil. Hmm, gak deh, mendingan uangnya biarpun titel apa aja :)

Kalo boleh ngomong serius, gue gak melihat menfaat titel yg keren selain untuk kebanggaan doang. Gue pernah menolak tawaran kerja untuk menjadi Network Solution Architect, untuk Middle East and Africa. Woih, keren gak tuh titel? Duitnya juga bagus. Tapi kerjaannya lebih ke arah ngerjain dokumen kontrak, seperti scooping, dokumen tender dan lain-lain, dan bukan Network Solution yg sebenarnya.

Jadi buat gue, yg paling penting itu sebenarnya adalah apa yg gue kerjakan, ketimbang titel atau uang. Gue harus mengerjakan hal yg gue suka, kalo tidak gue akan kerjakan juga walaupun hanya untuk sekedar dikerjakan, dan bukan dari hati ceile heheh. Dan anehnya, orang yg mengerjakan hal yg dia suka biasanya malah dapat uang lebih banyak ;)

Di Indonesia, masalah titel ini juga masih sering jadi bahan ketawaan, paling tidak buat gue pribadi. Kalo di luar negri, gue selalu mengaku sbg Engineer, karena itu berarti yg gue lakukan masih berhubungan dgn bidang engineering, dan gue suka dgn yg gue kerjakan maupun dgn titel itu. Tapi waktu gue masih sering di Indonesia, orang melihat titel Engineer sbg hal yg berbeda, sehingga akhirnya gue lebih sering ngaku sebagai Consultant. Hanya masalah persepsi memang, tapi perceptions can be deceiving.

Di Cisco, gue dapet titel yg bikin tambah bingung: Network Consulting Engineer, nah loh! Karena memang yg gue kerjakan sekarang adalah tetap berkaitan dgn bidang engineering dan juga memberi konsultasi ke customer. Dan di Cisco orang yg memilih untuk tetap bekerja di bidang yg masih berkaitan dgn bidang engineering akan selalu memakai titel engineer. Para technical expert yg paling tinggi levelnya, yg gajinya ekuivalen dgn mereka yg memilih jalur manejerial dan punya titel manager, memiliki titel Distinguished Engineer.

Jadi mau pilih mana, jadi Engineer atau Consultant?