Respect Redefined
January 31, 2009Di dunia yg gue tahu, respect biasanya didapat karena reputasi yg dimiliki, pengetahuan dan skill, maupun hal-hal apa yg sudah dilakukan terutama untuk orang banyak. Namun di tempat gue tinggal sekarang biasanya orang lebih melihat dari apa yg dimiliki dari segi material, mobil apa yg dikendarai, penampilan dan pakaian apa yg dipakai, nama keluarga, sampai ke hal yg aneh seperti passport dari negara mana yg dipegang.
Buat gue pribadi, ini bukan fenomena baru karena gue sudah pernah tinggal di kawasan Middle East selama bertahun-tahun. Dan gue juga tidak pernah perduli lagi untuk mendapat respect di tempat ini.
Untungnya gue bekerja di perusahaan yg memperkerjakan orang-orang dari berbagai negara dgn mindset yg global. Setiap orang terlihat sibuk melakukan yg terbaik dalam pekerjaan, dan mau bekerja sama dalam team tanpa melihat faktor-faktor lain diluar skill dan performance dalam bekerja.
Memang seharusnya begitu. Kita harus merasa nyaman di tempat kita berada dgn menjadi diri sendiri. Kita tidak perlu membuat kagum orang lain dgn materi yg kita punya. Semua hal yg gue miliki, gue beli bukan karena ingin mendapat respect. Tapi karena itu sesuatu yg gue inginkan, yg sudah gue rencanakan.
Jika tempat kita berada tidak bisa menerima kita seperti apa adanya, berarti mungkin kita tidak seharusnya berada di situ. Jika kita harus berubah hanya karena lingkungan sekitar menginginkan kita menjadi seperti apa yg mereka pikir kita seharusnya, dan tidak mau menerima perbedaan yg kita punya, maka mungkin sudah sebaiknya pindah ke lingkungan baru.
Hidup seperti yang diinginkan. Hidup apa adanya. Lakukan apa yg memang diinginkan. Beli sesuatu yg memang kita mau, bukan karena ingin membuat kagum orang lain.

Stop whining, start living. And live like you mean it.
