Just Speak!

October 10, 2008

Banyak orang bertanya ke gue ttg bagaimana caranya untuk bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris, terutama secara lisan untuk bisa presentasi maupun menjawab pertanyaan interview. I have to admit that my English is not perfect. But I have been outside the country for about 7 years now and I use English in daily conversation. So I guess it’s fair enough if I share my thoughts here.

Bahasa adalah sesuatu yg harus digunakan. Untuk bisa berkomunikasi lisan secara lancar bahasa harus terus dilatih dan digunakan. Mempelajari bahasa tidak bisa dilakukan dgn hanya membaca. Mengambil kursus 2 kali seminggu pun gue pikir tidak cukup. Bahasa harus dilatih dan digunakan. Bahkan temen deket gue pernah bilang bahwa untuk bisa berkomunikasi dgn bahasa asing secara lancar kita harus mulai berpikir dgn bahasa asing tsb. Jadi pada saat melamun, berbicara pada diri sendiri, dan memikirkan sesuatu di dalam otak kita harus menggunakan bahasa inggris agar menjadi lancar ketika harus menjelaskan apa yg kita pikirkan tersebut di mulut.

Satu hal yg harus gue sebutkan di sini, kita harus mengakui bahwa English itu bukan native language kita. Jadi tentunya bahasa Inggris yg kita miliki tidak bisa 100% benar dan pengucapannya perfect spt native speakers ataupun orang yg terlahir di negara yg semua orang di lingkungan sekitarnya berbahasa Inggris. Anak gue ketika kecil sekolah di British-based playgroup yg jam belajarnya lumayan lama. Maka pada saat itu pengucapan atau pronunciation yg dia punya mirip kayak orang Inggris. Pada saat TK dia masuk American-based kindergarten dan dia mulai bicara dgn logat orang Amerika. Dan pada saat SD dia sempat sekolah di Arab International school maka pengucapan kata-kata dalam bahasa arabnya sangat ‘medok’ spt orang Arab meskipun logat inggrisnya jadi berbeda lagi. But it’s okay. Because it’s not the main point.

Screw the grammar! Ditch that british accent!

Maksud gue dua hal itu penting. Namun ada yg lebih penting. Dan banyak orang yg berpikir bahwa mereka harus mensempurnakan ke dua hal tsb sebelum bisa berkomunikasi dgn bahasa Inggris. Satu hal yg harus diingat: Bahasa hanyalah tool. Alat untuk berkomunikasi dan menyampaikan ide. Berarti ide itu harus bisa disampaikan, dan ini yg paling penting. Jadi walaupun dgn logat yg masih ‘kedaerahan’ maupun grammar yg salah, selama ide itu sampai tidak jadi masalah.

Sebelum menggelengkan kepala tidak setuju, coba baca seterusnya dulu. Gue sendiri sering bekerja dgn banyak orang dari negara yg berbeda. Believe it or not, bahkan expert Cisco yg harus mempresentasikan produk maupun solusi terbaru dari team nya ke komunitas Cisco maupun ke customer di seluruh dunia pun kadang tidak memiliki dua hal tsb. Yg paling penting adalah kemampuan presentasi dan kemampuan menyampaikan ide di slide maupun dalam tulisan ilmiah. Meskipun ketika presentasi langsung bisa kedengaran kalo ada grammar yg salah maupun pengucapan yg sulit dimengerti. Orang-orang Asia spt dari Cina kadang-kadang pronunciation terhadap kata itu menjadi aneh didengar. Sekarang gue bekerja dgn banyak orang di Europe dan mulai dari customer, partner sampai rekan kerja di Cisco sendiri banyak sekali yg bukan native speaker sehingga punya ciri masing-masing dgn logat dan pronounciation yg berbeda-beda. But who cares, yg paling penting ide tsb bisa dimengerti. Sekali lagi, kita harus mengakui bahwa English itu bukan native languange kita jadi kita tidak perlu menjadikan target untuk memiliki bahasa Inggris yg perfect sebelum mulai menyampaikan suatu ide yg tentunya lebih penting dari bahasa atau cara penyampaiannya. Yg paling penting sampaikan ide dgn lancar dan bisa dimengerti.

Mengapa gue mengangkat isu ini? Beberapa kali gue memforward CV orang Indo ke Cisco maupun ke company sebelumnya dgn harapan agar banyak orang Indo yg bisa go international dan bersaing di market global juga. Banyak yg gagal di interview pertama yg dilakukan lewat telepon dan dalam bahasa inggris. Feedback yg diberikan ke gue: orang Indonesia yg gue rekomendasikan memiliki masalah dalam berkomunikasi. Setelah gue tanya lebih detil ternyata banyak orang yg diinterview tidak bisa menjawab secara lebih cepat karena terlalu banyak mengucapkan “…ee… ee…” sehingga buat yg menginterview dianggap tidak bisa berkomunikasi dgn lancar. Kebayangkan betapa ruginya kehilangan kesempatan yg sangat berharga untuk masuk Cisco maupun bekerja di negara lain, bukan karena skill teknikal yg kurang, tapi karena di reject diinterview pertama hanya gara-gara bahasa Inggris yg tidak lancar. Well, kecuali tentunya jika kita sedang interview untuk pekerjaan menjadi guru bahasa Inggris! Yg tentunya grammar dan pronunciation akan dinilai. Tapi jika interview itu untuk menjadi engineer atau posisi teknikal, yg paling penting adalah bagaimana caranya menyampaikan secara lancar pengetahuan teknikal kita. Jika interview nya untuk posisi konsultan maupun sales engineer, kemampuan kita dalam menyampaikan ide dan meyakinkan orang lain secara lancar akan sangat berpengaruh.

Sekali lagi masalah melancarkan bahasa asing ini sebenernya sangat mudah untuk diatasi. Tinggal mulai berlatih dan menggunakan bahasa asing yg ingin kita pelajari di setiap ada kesempatan. Gue pernah menulis sebelumnya bahwa mulailah berlatih untuk menjawab pertanyaan interview kapan saja: ketika lagi menyetir dan macet di jalan, di dalam kamar mandi, lagi bengong atau menunggu sesuatu dan seterusnya. Apalagi jika punya partner atau beberapa teman yg bisa dijadikan media untuk berlatih. Intinya cuma satu: latihlah dan gunakan, meskipun hanya untuk berbicara pada diri sendiri.

Dulu waktu masih di Indonesia bahkan waktu masih kuliah, gue dan teman-teman pernah bikin permainan untuk melatih kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris. Kita membuat suatu area yg kita sebut English Speaking Zone. Siapapun yg masuk ke dalam area tsb harus menggunakan bahasa inggris jika tidak harus membayar penalty. Penalty nya tidak terlalu besar dan hasilnya setelah terkumpul cukup banyak biasanya dibelikan gorengan buat kita semua. Tapi tujuannya adalah untuk menjadikan berbicara dalam bahasa inggris menjadi kebiasaan tanpa harus malu karena grammar yg salah maupun pengucapan yg tidak sempurna, dan membuat itu semua hanya semacam permainan yg fun.

Mungkin jika suatu hari gue mendapat kesempatan untuk memberikan kuliah gratis lagi di kampus spt di ITB kemarin, presentasi akan gue lakukan dalam bahasa inggris. Dan semua orang yg mau bertanya pun harus menggunakan bahasa inggris. Let’s see.

So, just speak!

8 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://himawan.blogsome.com/2008/10/10/just-speak/trackback/

  1. GOOD IDEA…

    Practice makes perfect : )

    Comment by Rizky — October 13, 2008 @ 10:57 am

  2. Thanks sir, u made my spirit burned..!

    Comment by Rama — October 18, 2008 @ 9:38 pm

  3. wah jadi semangat :D

    makasih lho.. ;)

    Comment by aRdho — October 21, 2008 @ 2:22 pm

  4. wah.. terima kasih.. bener2 bagus tulisannya..
    just speak.. screw the grammar! …
    yg penting komunikasi berjalan lancar dan saling mengerti apa yg dibicarakan.. :)
    trims atas tulisannya..

    Comment by ibnu — October 29, 2008 @ 7:48 am

  5. Nice Article & Tips!!!,,
    sometimes we become to shy to speak english because the bad grammar we have and it happens to me (or maybe others hehe…).

    Let’s Break the barriers……

    Comment by Ono' — November 12, 2008 @ 7:24 am

  6. Mau lancar bahasa Inggris ? gampang, suruh presentasi pake bahasa Inggris di luar negeri, apalagi cum sendirian disana.. pasti lancar deh :) Kayak gue kemarin ke New Zealand, entah ngomong apa gw disana, tapi so far kayaknya ngerti2 aja tuh londo2 nya :)

    Comment by Affan — November 21, 2008 @ 5:36 am

  7. tulisannya ok jg lho Mas, amat perlu tuk dicoba. kebetulan aq mo ujian thesis pakai bhs bule inggris.
    Klu buat tulisan bagus lg kirim jg ke aq.

    Comment by IIE — December 2, 2008 @ 4:46 am

  8. A friend send me a link to this article. Very good advice…english native spekers do understand that english is not our mother language but I wonder why we try so hard to make it ours :)

    Comment by Fino Tobing — December 9, 2008 @ 10:26 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>