Consulting Engineers Must Have

July 11, 2008

Sudah hampir dua tahun gue bekerja sebagai Consulting Engineer di Cisco Advanced Services. Ini adalah role yg unik karena menggabungkan scope dari seorang consultant dan engineer. Jadi consultant ketika harus berbicara dgn para eksekutif untuk menjelaskan garis besar design dan project yg akan dilakukan, untuk mengerti line business customer sehingga mengetahui kebutuhan mereka secara lebih mendalam sebelum memutuskan solusi yg sesuai, menggunakan soft skill untuk membangun hubungan, dan membuat high level design dan strategi dari implementasi. Menjadi engineer ketika harus benar-benar mengubah design di atas kertas menjadi network infrastructure yg bisa digunakan, membuat low level design dan detil rencana implementasi atau migrasi, membuat konfigurasi dari setiap device dan interkoneksi, melakukan test jika perlu interoperability dgn produk lain dan juga Proof of Concept, dan melakukan migrasi dgn waktu downtime yg disetujui customer.

Sebenarnya semua hal di atas bukan hal baru buat gue. Gue sudah sering melakukan itu bahkan sebelum masuk Cisco AS. Pada saat gue bekerja di Middle East gue bahkan harus terlibat dalam proses pre-sales dimana gue harus membantu mendefinisikan scope dari project yg akan dilakukan, membuat atau mengecek Bill of Material sebelum barang dipesan, sampai ke pre-sales meeting dgn customer untuk meyakinkan bahwa biarpun design detil belum dibuat tapi project ini pasti bisa dan berhasil dilakukan. Gue juga memiliki tambahan pengalaman sebagai technical project manager sehingga sudah biasa memimpin team, mengalokasikan resource dan membagi-bagi tugas.

Dalam life cycle suatu produk dari pertama di buat sampai akhirnya bisa digunakan di production network, keterlibatan Cisco AS biasanya ada di akhir cycle. Jadi produk dibuat oleh development team yg terbagi ke dalam Business Unit, untuk kemudian di jual oleh team sales kita dgn menyesuaikan spesifikasi produk dan kebutuhan, sampai akhirnya Cisco AS engineer harus memberikan detil design dan melakukan implementasi atau migrasi sebelum customer bisa menggunakan produk itu sepenuhnya. Walaupun seperti telah disebutkan di atas gue pribadi, karena mungkin memiliki background dan experience, sering diminta untuk ikut serta dalam proses pre-sales.

Dan bekerja sebagai consulting engineer juga tidak membutuhkan ilmu programming sama sekali. Kita memang tidak diperlukan untuk menulis code, tapi bukan berarti kita tidak terlibat dalam pengembangan produk! Cisco AS adalah team yg bertugas untuk mengimplementasikan produk di real world dan berhadapan langsung dengan customer, jadi team ini adalah yg paling banyak mengetahui jika ada feedback dan tantangan selama implementasi atau pengoperasian dari suatu produk. Kuncinya adalah pengetahuan yg mendalam tentang arsitektur hardware, software dan protocol. Gue sering melihat orang-orang dari team Cisco AS yg tidak bisa menulis code tapi diminta bantuan dalam pengembangan produk atau protocol karena pengetahuan di lapangan yg dimiliki. Kedekatan Cisco AS dan development team juga membuat kita memiliki lebih banyak akses dibanding team-team non-developer di Cisco.

Semua hal tersebut membuat gue sebenernya merasa sangat cocok dgn role yg sekarang gue miliki dan gue yakin jika suatu ketika nanti berganti profesi akan merindukan hal-hal seperti:
- Kepuasan ketika design atau rencana implementasi dan migrasi gue berhasil, tentunya kepuasan gue akan terus meningkat sesuai dgn tingkat kesulitan project yg semakin tinggi dan scope dari project yg semakin besar
- Jam kerja yg fleksible, gue bisa kerja di mana saja kapan saja, yg penting target dan project bisa tercapai dan berhasil diselesaikan. Dan karena scope kerjaan gue Asia Pacific, khususnya negara-negara South East Asia, gue jadi sering traveling mengunjungi tempat-tempat yg berbeda dan selalu ditantang oleh customer yg berbeda-beda kebiasaan dan budayanya
- Akses yg lebih dalam dan lebih banyak ke development team, gue merasa walaupun tidak terlibat langsung dalam pengembangan produk tapi AS sangat dibutuhkan untuk memberi feedback dan kita juga bisa belajar dari temuan dan hasil testing di lab oleh para developer

Gue juga sempat merumuskan apa yg gue sebut “5 Things must have from every Consulting Engineer”:

1. Be a trusted advisor, listen more and be in customer’s shoes

Sebagai seorang consulting engineer kita harus menjadi penasehat yg terpercaya oleh customer. Ini tentunya hanya bisa diperoleh dgn pengalaman, integritas dan reputasi yg harus dibangun. Kita juga harus bisa mendengarkan dan mengeri apa yg dibutuhkan oleh customer, bukan yg mereka inginkan. Tentunya kita harus mampu menempatkan diri dalam posisi customer untuk bisa mengerti betul apa yg mereka perlukan.

2. Must technically sound even we don’t have to be specialized

Tentunya menjadi consultant sekaligus engineer membutuhkan skill engineering yg benar dan tidak hanya di atas kertas. Sekali lagi pengalaman merupakan hal yg sangat berharga. Dan consulting engineer yg top-notch biasanya memiliki pengetahuan ttg satu atau dua bidang yg mendalam, dan juga mengerti banyak bidang sehingga bisa menjadi nara sumber untuk berbagai hal. Jika kita tidak bisa memiliki spesialisasi pengetahuan teknis yg luas dan mendetail juga sudah cukup.

3. Be independent, but at the same time know where to find answers

Kemampuan untuk mengambil keputusan secara independen di lapangan adalah sangat penting. Ketika kita membuat suatu design atau harus melakukan implementasi maka kita adalah pengambil keputusan tertinggi. Walaupun gue sering bekerja dalam team di berbagai project, seringkali keputusan harus diambil berdasarkan hasil pemikiran kita sendiri. Meskipun independen, di saat yg bersamaan kita juga harus tahu bagaimana caranya mencari jawaban atau pertolongan pada saat mengalami kesulitan

4. Adaptable to any changes and adjustable to customer

Kondisi di lapangan sering berubah-ubah tanpa bisa dihindari. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk beradaptasi jika terjadi perubahan. Kita harus bisa menjadi orang yg fleksibel dan tidak kaku. Kemampuan adaptasi yg cepat ini sangat penting terutama jika harus bekerja di berbagai negara dan harus berhadapan dgn customer dgn budaya yg berbeda, dan scope project yg berbeda-beda pula.

5. Understand company’s business objectives even just a bit

Masih berkaitan dgn poin sebelumnya, meskipun kita harus bisa beradaptasi jika terjadi perubahan di lapangan tapi kita tetap harus mengingat tujuan bisnis dan limitasi dari perusahaan kita sendiri. Maksudnya adalah, kita harus bisa melakukan keseimbangan antara kemampuan kita dalam beradaptasi ketika terjadi perubahan di project sehingga membuat customer kita senang, tapi juga tidak membuat perusahan menjadi rugi karena project yg dikerjakan menjadi berlarut-larut.

Ini semua berdasarkan pengalaman pribadi selama bertahun-tahun karena gue merasa bahwa gue sudah menjalankan role ini bahkan sebelum masuk Cisco AS. Mudah-mudahan bermanfaat buat yg berminat untuk bekerja di bidang yg serupa.

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://himawan.blogsome.com/2008/07/11/consulting-engineers-must-have/trackback/

  1. rumus yg okeh.. ;p

    Comment by krisna — July 13, 2008 @ 11:03 am

  2. inspired, terima kasih pikiran sya jadi terbuka , dan lebih semangat lagi untuk menjadi seorang net enginner & consultant, sungguh mentriger hati ini untuk terus bergerak ke arah yang lebih baik, memperbaiki kualitas ilmu, professionaisme dari diri sendiri

    Comment by nshidayat — July 14, 2008 @ 10:55 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>