Zombie Train

January 8, 2008

Sudah 2 hari terakhir gue berada di Singapore, setelah menghabiskan waktu lama di negara sendiri. Seperti kebanyakan orang di sini, gue ke kantor di Robinson Road dari apartment di Jurong East menggunakan Mass Rapid Transport alias MRT atau yg gue sebut Zombie Train.

Kenapa Zombie Train? Kalo gue terpaksa pergi pagi-pagi ke kantor karena ada meeting, maka gue harus menaiki MRT yg penuh dgn orang-orang berpakaian rapih, membawa backpack atau tas berisi laptop, menggunakan ear phone di kuping dan duduk atau berdiri mematung di dalam gerbong sepanjang jalan. Kebanyakan orang harus berdiri berdesak-desakan karena pagi-pagi itu rush hour. Dan mereka tidak berekpresi, hanya berdiri, berdesak-desakan, sepanjang jalan. Seolah-olah hanya menunggu perintah dari sang master Zombie: “..door’s closing..”, “..next stop..”, “..please stand behind the yellow line..”

Karena itu gue lebih suka berangkat ke kantor siang-siang (alasan, padahal males aja bangun pagi heheh). Siang atau sore biasanya isi MRT lebih variatif, orang-orang yg mau beraktifitas atau berbelanja, jadi banyak orang yg mengobrol bahkan pacaran. Pas jam bubaran kantor, bisa masuk ke gerbong Zombie Train lagi, meskipun sudah bercampur sama kaum mortal yg sibuk pacaran atau mau belanja itu. Gue biasa pulang larut malam, mendekati jam 12 seperti Cinderela (karena lewat midnight MRT udah tutup). Jangan salah, jam-jam segitu pun gue masih bisa satu kereta dgn beberapa Zombie: pakaian rapih walaupun sudah ada yg sedikit kusut, membawa backpack atau tas berisi laptop, menggunakan earphone di kuping dan duduk atau berdiri mematung di dalam gerbong sepanjang jalan.

Gue pernah nonton film Adam Sandler, Click, yang menceritakan bagaimana dia menggunakan remote control ajaib untuk bisa fast forward ke masa depan. Selama kurun waktu yg dia skip, hidupnya di isi oleh dirinya yg digerakkan dgn program autopilot. Jadi dirinya melewati waktu dgn hidup tanpa passionate, hanya kerja dan menjalani apa yg harus dikerjakan.

Pada akhirnya si Adam berhasil juga mencapai posisi yg dia incar dalam pekerjaan, tanpa harus tahu proses dalam mencapainya. Walau di sisi lain dia kehilangan hal yg paling berharga: keluarga. Ngapain sih jadi ngebahas film? It’s just a movie, you may say.

Gue memang tidak mau bilang bahwa pola hidup sbg walking dead itu salah. Atau hidup dgn mode autopilot itu adalah tidak menarik. Toh semua orang sudah punya pilihannya masing-masing dalam menjalani hidupnya. Gue sendiri akhirnya lebih memilih untuk ikut memasang earphone walaupun sedikit lebih baik dari para Zombie: kepala ngangguk-ngangguk sepanjang jalan mengikuti beat musik.

Btw, jika suka naek MRT di Singapore mari kita berdesak-desakan di pintu kereta untuk berebut tempat duduk. Dulu gue paling males melakukan ini karena toh gue lebih senang berdiri biarpun dari apartment ke kantor ada 9 stasiun. Cuman makin lama gue perhatiin banyak orang muda yg berebut tempat duduk dan ketika ternyata ada wanita hamil atau para lanjut usia yg tidak mendapat tempat, mereka cuek aja pura-pura tidak melihat dan tidak mau memberikan tempat duduknya. Jadi gue sekarang seneng ikut rebutan tempat duduk, kemudian pas kereta jalan dan ada yg lebih butuh tempatnya bisa gue kasih ke mereka. Kalo udah rebutan dan dapet tempat duduk ternyata gak ada yg lebih membutuhkan? Ya udah, bonus dong jadi duduk sepanjang jalan.

But I believe the world is burning to the ground,
Oh well I guess we’re gonna find out,
Let’s see how far we’ve come,
Let’s see how far we’ve come,

Teriak vokalis Matchbox Twenty dari ipod ke kuping gue.

And welcome on board to Zombie Train!

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://himawan.blogsome.com/2008/01/08/zombie-train/trackback/

  1. nice person!

    Comment by rizal — January 19, 2008 @ 2:46 am

  2. Emang sih, kalau di MRT bisa dikatakan mereka kaya zombie, alias ngak ada jiwa sosialiasi nya. Makanya sifat mereka kayanya individual banget deh. Aku sih liat sih, hampir ngak pernah ada org yg ngajak bicara org lain disebelahnya. Coba kalau di indo beda jauh, hehehe.
    Yah ada Nilai + and - nya sih aku bilang.
    Target nih mengejar suhu h… hahahah
    baru CCNP-BCMSN. masih ada 3 lagi, mudah2an dlm 3 bln ini bisa selesai semua.
    Tunggu aku suhuuuuuuuuu…..
    Denger2 lagi ngoprek2 junos yah, woww.

    Comment by Agus Setiawan — March 25, 2008 @ 2:11 am

  3. klo gw ngejar BCMSN sekarang, baru aja ccna bulan ini. harus cepat CCIE ne ^ ^

    Comment by Andri — August 16, 2008 @ 12:44 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>