Tahun Baru
December 31, 2007Tahun baru. Harapan baru. Mimpi baru. Target baru. Teman baru. Tujuan baru. Tantangan baru. Petualangan baru.
Selamat tahun baru 2008.
Tahun baru. Harapan baru. Mimpi baru. Target baru. Teman baru. Tujuan baru. Tantangan baru. Petualangan baru.
Selamat tahun baru 2008.
Gue barusan dapet DVD film yg berjudul Kala alias Dead Time. Dulu waktu diluncurkan di bioskop kebetulan gue sedang tidak di Indonesia jadi tidak sempat nonton. Gue gak akan menulis review film ini karena sudah basi, tapi gue akan menulis sesuatu tentang sutradara dan penulis ceritanya, Joko Anwar.
Joko kebetulan teman sekolah waktu SMA di Medan dulu. Kemudian kita sama-sama ke Bandung kuliah di jurusan yg sama (gue di Mesin dia di Penerbangan, sub-jurusan Mesin waktu itu). Sempat nge-kos bareng di awal-awal kuliah. Tahun lalu masih sempat ketemu di Jakarta.
Joko adalah pribadi yg positif. Waktu SMA dia ikut berbagai kegiatan dari Paskibra nasional, pramuka sampai pertukaran pelajar ke US.
Joko adalah seorang pemimpi. Dari SMA dulu dia sudah pernah bilang ingin jadi sutradara. Dia tahu apa yg dia inginkan.
Berada di dekat Joko kita (setidaknya yang gue rasa) selalu merasa positif, karena hanya energi positif yg dia pancarkan. Berada di dekat Joko kita dapat merasakan mimpi dan keinginan yg tinggi untuk mewujudkannya. Berada di dekatnya kita dapat merasakan ketekunan dan keuletan.
Salah satu hadiah ulang tahun gue yg lain adalah sebuah buku berjudul The Secret. Setelah gue baca gue merasa banyak hal yg dibahas bukan rahasia, hanya mungkin penyampaiannya tidak sebagus buku itu. Atau mungkin kita semua sudah tahu tapi tidak percaya atau tidak berusaha melakukan hal-hal yg ditulis di buku tsb.
Ada beberapa poin yg gue rasa bukan rahasia:
- Bersyukurlah dgn apapun yg dimiliki
- Fokus ke hal yg ingin dicapai
- Selalu berpikir positif
- Teruslah bermimpi dan yakinlah itu dapat diraih
Joko, gue rasa, punya semua poin di atas. Dan sekarang dia sedang menjalani apa yg dulu dia impikan.
Silahkan baca buku The Secret buat yg penasaran.
Dan DVD film Joko sangat layak untuk dikoleksi.
Beberapa hari yg lalu gue dan ratu merayakan ulang tahun bersama. Ulang tahun kita memang berdekatan dan kebetulan sudah seminggu terakhir gue sedang berada di Indonesia.
Setelah 2 bulan lebih tidak bertemu, tentunya gue langsung mengeluarkan souvenir dari berbagai negara yg gue singgahi sebagai hadiah. Dengan bangga gue merasa bahwa kado ulang tahun dari gue sangat istimewa karena hanya bisa diperoleh dari tempat yg jauh. Ratu gue, dilain pihak, hanya memberikan kado kecil yg setelah dibuka adalah CD terbaru group musik Nidji. Gue mencibir: berbagai souvenir dari US dan Aussie dibalas dgn 1 CD?
Betapa gue pria bodoh yg tidak mengerti wanita.
Ratu gue tidak banyak mengomentari, hanya memberi isyarat untuk mendengarkan lagu nomer 3. Gue masih skeptik dan memutar CD tsb di player. Terdengar suara Giring sang vokalis melantukan lagu Jangan Lupakan:
“memohon untuk tetap tinggal,
dan jangan engkau pergi lagi,
berselimut di tengah dingin dunia,
berselimut dengan dia yang kurindukan”
Ah, memang gue tidak mengerti wanita.
Gue kira semua hadiah yg bagus-bagus bisa menggantikan waktu yg hilang karena gue jarang ada di rumah. Gue kira semua souvenir dari luar negri bisa cukup untuk membalas kerinduan akan saat-saat bersama. Gue kira semua cerita-cerita petualangan gue adalah hal yang paling menarik di dunia.
Men are from Mars, women are from Venus.
And men like me, definitely, are from Pluto.
Seandainya gue bisa bilang bahwa perjalanan kali ini adalah yg terakhir. Seandainya gue bisa bilang bahwa kita akan selalu bersama-sama setiap waktu. Seandainya gue bisa meneriakkan lagu Chris Daughtry dgn keras tanpa ragu:
“I’m going home,
Back to the place where I belong,
And where your love has always been enough for me”
Selamat ulang tahun bersama, Ratuku.
Sudah sebulan lebih gue berada di jalan. Dua minggu terakhir gue sibuk bekerja di Cisco Proof-of-Concept lab di Sydney untuk ikut menguji produk CRS, termasuk yg multi-chassis. Lucunya, hanya sedikit orang yg percaya kalo gue itu benar-benar kerja selama di Sydney.
Orang selalu mengasumsikan bahwa traveling di luar negri itu identik dengan jalan-jalan dan having fun. It’s fun indeed, tapi definisi fun kan beda-beda. Buat gue, kerja under pressure dgn timeline yg mendesak itu fun. Regardless gue kerja di negara apa. Tentunya orang cuman mencibir kalo gue bilang begini. Terutama karena Sydney banyak tempat-tempat menarik, berbeda dgn San Jose yg merupakan kota kecil yg minim hiburan. Bahkan boss gue sendiri pas nelpon sempat bilang “have fun, enjoy Sydney.”
Karena itu gue sekarang ingin cerita sedikit apa yg sudah gue lihat di Sydney 2 minggu terakhir. Gue sempat ke Bondi beach dan di sana banyak wanita-wanita cantik seperti yg 3 ini:
Banyak wanita berpakaian minim sehingga terlihat punggung-punggung mereka yg terbakar sinar matahari:
Tidak cuman orang dewasa, anak-anak pun ada:
Mereka datang dari berbagai negri, dgn warna rambut yg berbeda-beda: merah, kuning, biru, orange.
Sebagian hanya tidur-tiduran di pasir membentuk barisan:
Sebagian yg lain bermain dgn ombak:
Penjaga pantai sibuk mengawasi dari tempat yg tinggi:
Ribuan orang datang dan pergi setiap hari:
In case you didn’t notice, I was being sarcastic
Dua minggu terakhir gue hanya tidur beberapa jam sehari. Pulang dari lab selalu larut malam dan beberapa kali lewat midnight, untuk kemudian kerja lagi di hotel. Weekend pun gue pergunakan untuk nongkrong di lab atau kerja di hotel. Tentu saja tidak akan ada yg percaya jadi gue juga tidak perlu berlarut-larut menjelaskan.
Minggu ini ada beberapa teman dari Indonesia yg akan datang. Sepertinya gue baru bisa jalan-jalan beneran beberapa hari ke depan.
Enjoy Sydney!