Unforgettable Moments

November 20, 2007

Weekend kemarin bener-bener akan sulit untuk dilupakan. Setelah 2 minggu lebih bersama kekasih tercinta, hari Jum’at siang gue harus unplugged dan berpisah dengannya. Setelah makan siang terakhir di Cisco cafetaria, bersama teman gue salah seorang CCIE Indo yg sekarang bekerja di Cisco Business Unit yg mengembangkan produk Gigabit Switch, kita berangkat ke gedung Cisco nomer 10.

Gedung 10 adalah kantornya eksekutif Cisco termasuk John Chambers. Tujuan gue tadinya simple: kali aja ketemu Mr. Chambers yg lagi sendirian jalan ke parkiran mobil dan gue bisa ngobrol langsung. Dulu beliau memang pernah ke Singapore dan gue sempet mendengarkan langsung pidatonya yg membakar semangat, tapi ide untuk bisa ngobrol sambil jalan bareng ke mobilnya membuat gue betah nongkrong di parkiran Gedung 10 sambil sekalian foto-foto heheh.

Sayangnya setelah nunggu agak lama, bang John tetep gak ada. Akhirnya kita cuman masuk ke Gedung 10, ambil foto dan memutuskan untuk cabut ke Santa Cruz untuk menikmati sunset di pantai.

Ternyata perjalanan kita harus berkompetisi sama orang-orang yg mau pulang kantor, sehingga kita agak telat dan baru sampai pantai Santa Cruz ketika Sunset sudah lewat. Akhirnya kita cuman menghabiskan waktu untuk nongkrong di dekat Lighthouse dan kembali ke San Jose buat dinner.

Besoknya gue checkout dari hotel karena Minggu dinihari gue akan terbang balik ke Singapore dari airport San Francisco. Bersama teman yg sama, gue ke San Francisco untuk menikmati kota ini terakhir kalinya. Dari pagi kita sudah nongkrong di Pier 39, di kawasan Fisherman’s Wharf.

Gue suka banget kota San Francisco. Terus terang kehidupan di San Jose dan kota sekitarnya itu relatif sepi, terlalu sepi menurut gue, sehingga setiap kali ada kesempatan gue selalu ke San Francisco walaupun makan waktu 40 menit nyetir atau 2 jam kalo pake public transportation. Gue udah pernah nyoba bersepeda di jembatan Golden Gate, mengunjungi beberapa museum, dan pakai light train dan bus buat muter-muter kota ini.

Setelah makan siang, makan siang gue terakhir di US, kita menyempatkan diri untuk melihat-lihat tempat yg lain. Cuaca yg bagus membuat hari terakhir gue di US sangat berkesan karena gue bisa menikmati pemandangan kota dan dengan puas menikmati suasananya.

Dari puluhan kota dan belasan negara yg sudah gue kunjungi, San Francisco dan Sydney adalah kota favorit gue. Selain suasana kota yg asik dan banyak tempat yg bisa dilihat, di ke-2 tempat ini juga menanti kekasih hati gue. Amsterdam masuk ke daftar gue berikutnya, namun sayang tambatan hati hanya ada di kota terdekat di negara tetangga Belgia yaitu Brussels. Jika suatu ketika nanti gue tidak berhasil mencapai keinginan gue untuk bekerja di kota-kota favorit tersebut, gue masih bisa kembali ke Dubai yg meskipun tidak akan membuat gue bertemu sang kekasih tapi minimal gue bisa kembali ke kebiasaan lama untuk maen snowboarding di indoor park.

Gue menemukan cinta gue di kota ini. Well, di San Jose tepatnya.
Dan sekarang gue harus pergi. Goodbye my lover.

Meskipun sedih tapi sekarang gue tahu apa yg harus gue kerjakan. Jalan di depan gue sekarang terlihat jelas, walaupun ujungnya masih tetap tertutup kabut seperti biasa. Paling tidak gue bisa mulai menyusun strategi dan mulai melangkah di jalan yg benar.

Petualangan gue di US ditutup dgn terbang selama 24 jam lebih: 14 jam dari San Francisco ke Hongkong, 3.5 jam dari Hongkong ke Singapore, dan 7.5 jam dari Singapore ke Sydney. Gue pergi Minggu dinihari dan baru sampai hari Selasa pagi. Sangat melelahkan. Bahkan dgn menaiki pesawat besar nan mewah Airbus A380, yg menyediakan fasilitas lengkap dari film terbaru on demand sampai ke Ethernet dan USB port, Word Processing software dan Photo Editor di onboard entertainment system, tapi tetap saja energi gue habis terkuras pada saat sampai Sydney.

This is indeed an unforgettable trip.

4 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://himawan.blogsome.com/2007/11/20/unforgettable-moments/trackback/

  1. wah udah naik a380

    Kapan gw bisa naik? eh jgn gitu, Tahun depan gw bisa naik a380 gak?

    Comment by andriansah — November 27, 2007 @ 11:11 am

  2. jangan lupa cerita dan liputannya di Sydney Pak

    Comment by islamet — November 29, 2007 @ 11:40 am

  3. waahh… pengenn dooonk… kemaren gw mo ke us cuma sayang pengajuan visa ditolak .. “im not satisfy the interview officer” so what.. that mean.. may giving him a blow job would do… hehehehe kecewa-kecewa

    Comment by Pajero — December 19, 2007 @ 8:12 am

  4. Ngeblog lg donk Bos.. Nunggui yg baru ni..

    Comment by Zaky — December 28, 2007 @ 10:30 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>