Kisah Alonso
October 23, 2007Grand Prix Formula 1 musim 2007 sudah berakhir. Kimi Raikonnen dari Ferrari akhirnya menang hanya dengan selisih 1 poin dari ke dua pembalap team McLaren.
Ada kisah yg menarik di F1 musim ini, selain memang balapannya di setiap sirkuit yg terasa sangat kompetitif. Ada kisah Alonso. Kisah seorang juara dunia dua kali berturut-turut untuk musim 2005 dan 2006 yg direkrut McLaren dari Renault. McLaren adalah team yg menguasai teknologi F1 dan memiliki mobil yg cepat, tapi tetap bertahun-tahun tidak bisa menjadi juara dunia. Jadi deal nya adalah: Alonso pindah ke McLaren, mendapat dukungan penuh dari team dan mobil yg cepat untuk mendukung goal nya untuk terus juara dunia, sedangkan McLaren sebagai team akan diuntungkan karena akhirnya mampu menjadi team juara juga.
Kenyataannya, ditengah-tengah musim McLaren menyadari bahwa pembalap rookie mereka, Hamilton, yg memang mereka besarkan dan sponsorin dari kecil, ternyata memiliki bakat yg sungguh luar biasa. Rookie ini sangat istimewa sekali sehingga dia mampu menang di sirkuit yg belum pernah dia hadapi sebelumnya dan hanya latihan dgn simulator! Hamilton sendiri yg seharusnya join tahun ini untuk belajar dari sang juara dunia akhirnya menolak untuk diposisikan sbg pembalap ke-2 dan mencoba menjadi juara dunia. Dan McLaren mengubah fokus mereka dari Alonso ke Hamilton karena jika Hamilton benar bisa juara ini merupakan suatu kebanggaan besar. Kebanggaan karena Hamilton adalah pembalap mereka sendiri yg mereka besarkan sejak kecil. Kebanggaan karena Hamilton bisa mencatat sejarah sbg pembalap termuda yg juara. Dan perduli amat dgn Alonso sang juara dunia dua kali yg mereka rekrut.
Mungkin Alonso kemudian mengambil keputusan yg dianggap orang tidak sesuai dgn semangat team work, karena dia tidak mendukung Hamilton yg sudah terlebih dahulu memimpin poin di kompetisi (bagaimana mungkin mau mendukung? Dia sendiri datang ke McLaren karena ingin jadi juara dunia lagi bukan mau jadi pembalap ke-2). Alonso juga di tengah kekesalannya ke team akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dgn komite F1 untuk membeberkan kasus mata-mata data-dara Ferrari yg dilakukan McLaren selama ini. Terlepas dari semua keputusan yg dia ambil, gue tetap tidak setuju bahwa juara dunia dua kali yg memiliki potensi yg sangat besar untuk meraih juara yg ketiga kali dan memberikan gelar juara dunia ke team barunya harus diperlakukan seperti ini.
Akhirnya kesemuanya kalah, tidak ada yg menang. Alonso dan Hamilton yg sangat kompetitif sehingga saling bertarung satu sama lain di setiap race meskipun seharusnya saling membantu sesama team, akhirnya berada di posisi di bawah Kimi dgn selisih hanya 1 poin. Dan sebagai team, McLaren poin nya dicopot untuk musim tahun ini dan tahun depan karena sanksi kegiatan mata-mata. Tahun ini mungkin tahun McLaren untuk menemukan bakat luar biasa yg selama ini terpendam dari Hamilton, tapi juga merupakan tahun buat team ini untuk menyia-nyiakan bakat juara dunia dua kali yg sudah mereka janjikan untuk tetap juara. Dan sebagai team McLaren tidak mendapat gelar apapun.
Kita adalah kita karena semua keputusan yg kita ambil.
Alonso memilih untuk mempertahankan haknya sbg mantan juara dunia dan mempertanyakan McLaren yg tidak memenuhi janjinya untuk memberi dukungan seratus persen. Hamilton memilih untuk tidak tinggal diam dan mengambil kesempatan untuk maju. Yg mengecewakan adalah McLaren sebagai team yg mengambil keputusan untuk tetap di tengah-tengah. Mereka membiarkan kondisi mengambang Alonso untuk berlarut-larut. Mungkin akan lebih baik jika memang fokus mereka sudah ke Hamilton sepenuhnya, untuk membatalkan kontrak Alonso di tengah-tengah walaupun ini juga sangat sulit. Atau karena sudah terlanjur merekrut Alonso, McLaren seharusnya memberikan kesempatan tahun ini kepadanya dulu walaupun memang bakat Hamilton sangat luar biasa sekali.
First lesson, jangan pernah takut untuk mengambil keputusan.
Second lesson, cerita ini dapat terjadi ke siapa saja. Walaupun tidak semua orang bisa jadi pembalap F1 tapi sangat mungkin terjadi kita direkrut dan dijanjikan untuk mencapai tujuan yg ingin kita raih. Tapi kemudian karena sesuatu hal yg merekrut mengubah fokus ke orang lain atau ke hal lain yg terlihat lebih menjanjikan.
Kisah Alonso ini adalah suatu kisah yg bisa kita renungi dan ambil hikmahnya, selain kisah Maurinho ‘The Special One’. Pada akhirnya, mari selalu belajar dari pengalaman dan kisah-kisah orang lain.

Nice Lesson
Comment by nofree — November 20, 2007 @ 9:40 am
emang bener sich mas tapi yang penting kimi dan ferrari juara…mungkin karena udah pernah ngerasain kejadian yang dialamin mclaren…
Comment by Subhan — February 28, 2008 @ 5:27 pm