Kegagalan adalah Kegagalan
August 13, 2007Belum, gue belum gagal. Gue baru aja selesai ujian lab dan sekarang masih nunggu hasilnya. Mungkin hasilnya akan keluar nanti malam. Mungkin baru keluar besok.
Gue sengaja nulis ini untuk mengingatkan gue sendiri jika hasilnya nanti ternyata adalah gue gagal, bahwa apa yg sudah gue kerjakan ini sudah merupakan hasil maksimal yg bisa dicapai dgn waktu yg tersedia. Gue tidak mau mencari-cari kambing hitam. Gue tidak mau menggunakan kalimat: kegagalan adalah keberhasilan yg tertunda. Kegagalan adalah kegagalan. Gue boleh gagal tapi gue bangga dgn apa yg sudah gue kerjakan. Dan berikutnya? Tentunya evaluasi. Mencari tahu kelemahan yg menyebabkan kegagalan.
Sampai hari ini jam tidur gue masih berantakan. Di pesawat gue cuman tidur beberapa jam. Penyebabnya tentu karena ada.. Movies on demand! Selain itu juga terbang malem membuat suasana kabin selalu remang-remang sehingga enaknya kalo gak nonton ya tidur-tiduran. Banyakan nontonnya ternyata
Hotel gue masih walking distance dgn kantor Cisco di Pegasus Park. Parahnya, karena ini adalah kawasan industri dan juga dekat dgn airport, sangat sulit untuk mencari makanan. Jadi aja gue begitu check in kelaparan tapi binggung mau makan apa. Ditambah lagi Internet di hotel yg sudahlah mahal, 19 Euros buat 24 jam dan gue sudah beli buat 3 hari, ternyata gak bisa digunakan. Setelah frustasi mencoba troubleshoot dgn helpdesk hotel, akhirnya gue memutuskan untuk nongkrong di kantor Cisco.
Yup, gue dari hari Sabtu sore selalu nongkrong di kantor Cisco dan pulang larut malam. Bahkan tadi pagi pun gue datang jam 5 pagi ke kantor Cisco, meskipun ujian baru dimulai jam 8. Gue gunakan waktu buat belajar dan verifikasi hal-hal yg gue masih ragu. Keuntungannya karena gue udah sering nongkrong di kantor, pada saat mau mulai ujian tadi pagi gue gak merasa asing sama sekali. Lah, gue udah di sini dari Sabtu, sampai security officer nya aja pada hapal. Mereka mungkin mikir, ini orang mau ngirit kali yah gak mau sewa hotel ha ha
Jadi seperti di jadwal ujian mulai jam 8 kurang. Istirahat makan siang selama setengah jam sekitar jam 12. Kemudian dilanjutkan sampai selesai sekitar jam 4.30.
It was tough. It was really tough.
Gue gak bisa cerita banyak tentang isi ujiannya sendiri. Yang pasti, sampai waktu selesai itu gue berhasil menyelesaikan 97%. Dari itu semua, setelah gue melakukan kalkulasi pribadi, gue kemungkinan dapat point antara 75 – 85 %. Actually this is not bad at all. Ini adalah first attempt gue di track SP. Dan yg bikin gue bangga, walaupun waktu persiapan gue sangat sedikit sampai tidur pun sangat jarang, tapi pada saat akhir ujian semua test yg diminta di soal jalan semua.
Jadi kemungkinan gue lulus. Mungkin juga gagal.
Seperti yg gue bilang, kalaupun gagal gue tidak akan menyesali apapun dalam hidup gue. Kegagalan memang adalah kegagalan. Tidak perlu mencari-cari kambing hitam atau merasa malu. Yg diperlukan, adalah evaluasi.
