80%

July 29, 2007

T minus 15 days sebelum CCIE SP lab gue di Brussels.

Good news: gue udah dapet Visa Schengen, tiket pesawat udah confirm, hotel udah dapet di Holiday Inn yg cuma walking distance ke kantor Cisco Brussels di Pegasus Park. Good news yg lain, gue udah berhasil belajar 80% materi dari internetwork expert workbook.

Bad news: 80%. Mungkin ini angka keramat. Ini adalah minimum angka yg dibutuhkan untuk lulus ujian lab. Juga angka belajar workbook yg bisa gue raih karena keliatannya sudah tidak ada waktu lagi buat belajar.

Gue caught in several projects yg timeline nya tidak menguntungkan. Sampai minggu lalu gue masih nge-lead migrasi di KL. Terus balik ke Spore buat bikin laporan dan sempet belajar bentar sambil bolak balik ke embassy, gue udah mulai ikut pre-project meeting buat customer lain di KL juga, dan jum’at pagi kemaren gue harus terbang ke Jakarta untuk bertemu customer tercinta yg laen.

Sekarang weekend di Bandung, selain kesempatan berharga untuk berkumpul bersama keluarga setelah berpisah 3 minggu, koneksi Internet menggunakan telkomnet instant yg super duper lambat sehingga sangat sulit untuk mengakses lab gue di internal network cisco. Bisanya dipakai untuk update blog gue doang ;)

Mulai senin sampai jum’at besok gue bakal ke Jakarta lagi untuk project dan beberapa review meeting.
Setelah itu sabtunya balik ke Singapore.
Minggu sore ke KL.
Senin sampai Rabu kickoff meeting di KL sekaligus customer requirement workshop buat customer baru.
Kamis pulang ke spore, bertepatan dgn libur independence day di sana.
Jum’at gue ke Brussel, via London dgn penerbangan kira-kira 16 jam jadi nyampenya baru hari sabtu.
Setelah itu? Ujian lab.

Kapan belajarnya? Good question.

Tapi selalu ada berita baik ditengah-tengah sesempit apapun peluang yg keliatan (yeah, keep thinking positive and keep the spirit high :) )

Blog gue yg di brokenpipes.blogspot.com ternyata masih mengundang perhatian banyak orang termasuk para vendor untuk persiapan CCIE. Dulu iementor.com pernah nawarin diskon 50% untuk ikut bootcamp mereka meskipun karena jadwal yg padat dan kelas yg overbooked akhirnya gue gak ikutan.
Barusan, gue dapet email dari internetworkexpert.com buat pasang advertisement ttg mereka di blog gue. Sebagai kompensasi? Gue dapet akses gratis ke online training mereka.

Wow, never though it would come this far.
It all began with a simple blog.

Gue gak berharap bisa mengubah dunia atau bahkan mempengaruhi hidup orang lain dgn blog itu.
It’s just simply a weblog. Tempat menulis apapun yg ingin gue tulis, yg suatu saat nanti mungkin akan gue baca ulang ketika ingin melihat kebelakang, untuk diketawai ataupun direnungi.
Sekarang ini gue cuman pengen lulus ujian SP lab.
Walau dgn semua keterbatasan yg ada.

I wish to become a triple CCIE in 15 days.
Even with 80% preparation.

Never Make Mistakes

July 22, 2007

Menurut gue judul posting ini lucu banget. Mana ada orang yg gak pernah salah? Sebaik-baiknya suatu perencanaan pasti ada loop hole dan kesalahan dapat terjadi setiap saat.
Afterall, we are all just humans.

Tapi setelah gue masuk Cisco, seperti nya hal seperti itu yg diharapkan oleh setiap customer. I mean, waktu dulu gue kerja di partner customer masih bisa menerima proses trial-and-error dalam suatu project. Karena menurut mereka gue toh cuman kerja di partner dan bukan yg bikin product. Dan tentunya dulu gue sendiri masih bisa menyalahkan yg bikin product kalo terjadi sesuatu di tengah-tengah project. Blame it on Cisco, heheh

Anyway, di project gue yg sekarang salah satu engineer kita membuat satu kesalahan kecil yang menyebabkan ketidak stabilan network 3 minggu setelah kita pergi. Customer meng-klaim network mereka mati selama 6 jam dan memaki-maki kita di meeting sampai menyatakan akan menuntut ke pengadilan. Sebagai technical lead di project ini tentu saja ini salah gue. First rule of leadership, anything wrong is your mistake. Walaupun gue juga masih bingung kenapa setelah 6 jam downtime yg mereka claim mereka baru telpon gue. Dan untungnya karena gue terlibat proses design sejak awal network bisa kembali normal dalam waktu 15 menit kemudian.

Walaupun kesalahan engineer ini sebenarnya adalah mencoba mengakomodasi last minute changes yg di request customer selama implementasi. Another rule from the project, never make any changes during implementation. Karena perubahan dalam waktu yg singkat dari design yg sudah direncanakan sejak lama, yg sudah melalui berbagai testing dan proof of concept proses, kemungkinan membuat kita tidak melihat implikasi yg mungkin terjadi. Dan kebetulan engineer tsb tidak terlibat proses sejak awal karena bagian dia hanya di satu teknologi yg spesifik. Namun customer request is always number one, selalu terjadi di setiap project dan sudah lumrah setiap engineer selalu ingin mengakomodasi keinginan dari customer untuk memberi yg terbaik.

Yang menarik, dua hari setelah gue menghadiri meeting yg penuh dgn kemarahan dari customer gue harus memimpin migrasi network dari customer yg sama. Dan seperti biasa, hanya dalam waktu yg singkat karena persiapan yg sangat padat gue masih mendapat beberapa last minute request for changes dari customer. Beberapa request mereka membuat design aslinya menjadi berbeda, walaupun tidak banyak namum perubahan ini bisa membawa dampak yg tidak terpikirkan untuk saat ini. Namun menolak request ini sama saja dgn menunda project. Dgn alasan banyak hal yg bisa terjadi jika terjadi penundaan, gue lakukan juga migrasi mulai Sabtu pagi kemarin. Tentunya dgn finger-crossed berharap gue tidak miss satu step apapun dalam persiapan, melakukan testing ulang di internal lab seadanya dan berharap semua perubahan sudah gue perhitungkan untuk tidak menyebabkan implikasi apapun.

Yeah, you can guess the rest of the story. Tentunya banyak surprises yg terjadi, selain akibat design yg berubah juga karena beberapa faktor lain. Mulai dari VPLS pseudowire yg tidak jalan, routing loop di network Service Provider nya customer, MPLS label yg missing, perubahan mendadak di routing dan access rules Firewall, BGP neighborship problem karena melewati L2VPN Ethernet over MPLS, BGP routes advertisement yg aneh, inline IDS yg tidak bisa mem bridge traffic dari satu VLAN ke VLAN yg lain, MPLS L3VPN routing, sampai ke masalah physical cabling.

Untungnya gue punya supportive team member in the background meskipun cuman gue sendiri dari Cisco AS yg ada di lapangan. That’s one of the reasons that made me really grateful that I work for Cisco. Gue bisa telpon Metro Ethernet specialist di India untuk membantu troubleshooting VPLS. Gue punya temen-temen geek di Singapore yg bisa membantu di BGP. Security expert di Australia langsung gue kontak untuk solve IDS issue. I can really get help from the best hand.

Banyak kesalahan yg tidak terlihat karena perubahan yg mendadak dan dalam persiapan singkat yg bisa terjadi saat implementasi tapi semuanya bisa teratasi dalam migrasi selama 18 jam karena I’m surrounded by the best networking guys in the industry. Gue bener-bener bisa belajar banyak dgn kerja bareng mereka. Somehow I feel like being as Peter Petrelli in Heroes that can absorb the power from others by merely standing next to them. Okay, that’s too much :)

Beberapa hari terakhir ini gue cuman fokus di project dan gak belajar untuk CCIE SP lab sama sekali.
I have lost 4 days and it’s time to gain back another lab hours.

CCIE SP Journey Update

July 15, 2007

Update CCIE SP journey sampai hari ini, sebulan setelah postingan gue yg terakhir:

- no turning back, 30 days and counting
- aplikasi Schengen Visa sudah masuk ke Belgium embassy tapi masih di suruh nunggu 2-3 minggu lagi
- tiket pesawat dan hotel sudah confirm, I must fly 16 hours to Brussels from Singapore
- kemana-mana gue nonton SP Class-on-demand pake Zen: di MRT, di kantor, di airport, di WC, kapanpun, di manapun. Kayaknya gue udah lebih 100 jam sendiri nonton itu
- IE SP Techlabs udah tamat, meskipun kerasa ini jauh dari cukup
- Baru mulai ngerjain beberapa IE SP workbooks
- Still no social life so far but live happily :)

Yang hebatnya, beberapa bulan yg lalu gue masih bingung-bingung sama multicast dan IS-IS sampai sempet gak pede untuk ujian CCIE. Gue juga gagal di ujian pertama CCIE R&S gara-gara ATM. Tapi hari ini gue udah bisa ngejalanin inter-AS multicast VPN dgn IS-IS sbg underlying IGP, dan physical link di AS nya pake ATM mpls cell mode.

That’s what I like about CCIE.