Technical Career @ Cisco in brief

March 9, 2007

Setelah postingan gue yg terakhir, ternyata ada beberapa orang yg ingin tahu lebih banyak tentang kemungkinan karir seorang engineer di Cisco. Biar gak repot bales email satu-satu, gue tulis aja di sini yah.

Jadi di company seperti Cisco itu kan secara garis besar organisasinya terbagi 2: product dan services. Yg product juga kan kebagi lagi: yg bikin sama yg jual. Kalo di bagian product yg bikin itu ya yg disebut Business Unit (BU), sesuai dgn productnya. Contoh: Core Routing BU adalah bagian yg bikin CRS-1, atau Edge Routing BU yg bikin 76xx dan GSR, tempatnya si Rivalino nih salah seorang CCIE Indonesia.
Kalo yg jual ya mulai dari Sales, Account Manager sampai untuk bagian technical nya adalah para System Engineers (SE) yg bertindak sebagai pre-sales consultant.

Kalo services, di Cisco itu dibawah organisasi yg disebut Customer Advocacy (CA). Team gue yg disebut Advanced Services (AS) itu juga cuman salah satu bagian dari CA (CA sendiri kalo dilihat based on revenue equal to a fortune 500 company). Jadi diluar AS itu ada banyak service offering, seperti Technical Services yg membawahi services2 yg paling dikenal di lapangan seperti Technical Assistance Center (TAC) dan CCIE program. Ada juga services yg disebut Highly Touch Technical Services (HTTS) yang bisa diilustrasikan sbg TAC engineer yg fokus hanya ke customer tertentu.

Di AS sendiri pun ada banyak service offering: ada yg Field Delivery, ada Advisory Services (consulting) , ada yg khusus bikin tools utk mengotomasi proses services spt tool utk Bug Scrub, ada yg fokus di advanced core routing, ada yg fokus di advanced technology spt security, IP video dll.

Team gue itu AS yg field delivery, jadi kita yg menjalankan Optimization Services (annual subscription) dan Transactional atau project, dgn teknologi yg beragam. Kalo nanti ada kebutuhan untuk fokus mendalam ke teknologi tertentu, misalnya untuk security butuh penetration testing, kita bisa minta tolong bantuan team security Technology Practices untuk melakukan itu atau bikin Virtual team.

Kalo di summary, buat orang teknikal spt CCIE itu ada beberapa pilihan jalur karir (teknikal) di Cisco:

- Di product: bisa jadi engineer yg bikin dan ngetes produk, dan biasanya ya kerja di SV. Atau bisa juga jadi Technical Marketing Engineer (TME) maupun jadi pre-sales yg berarti menjadi SE maupun Consulting Engineer kalo sudah sangat berpengalaman.

- Di services: Bisa menjadi yg mendeliver advisory, atau mengerjakan Low Level Design spt kerjaannya para Network Consulting Engineer (NCE) yg merupakan proactive support. Bisa juga jadi TAC engineer buat reactive support, dikenal dgn name Customer Support Engineer (CSE). Atau bisa juga jadi CCIE lab proctor, misalnya.

Kalo di AS sih yang gue tahu memang jarang yg merekrut entry level (fresh graduates). Coba aja liat2 di www.cisco.com/jobs kebanyakan nyarinya langsung NCE di level III atau IV. Mungkin karena nature dari scope of work nya yg lebih fokus di technical consulting jadi selalu yg dicari adalah orang yg sudah punya pengalaman.
Sedangkan kalo di TAC, karena nature dari reactive support masih bisa 1st level, 2nd level support dan seterusnya, masih ada kemungkinan untuk join Cisco di entry level, buat jadi 1st level support misalnya.

Setiap tempat punya level sendiri:
SE II ke SE III ke SE IV dst
NCE II ke NCE III ke NCE IV dst
CSE II ke CSE III ke CSE IV dst
Kalo udah tinggi bener bisa jadi Consulting System Engineer, Team Leader, Solution Architect, maupun Distinguish Engineer.

Jadi kalo tertarik buat join Cisco services bisa milih beberapa entry points:
- masuk AS sbg NCE, biasanya yg sudah punya pengalaman project ataupun consulting, untuk menawarkan proactive support dan more into technical consulting
- masuk TAC sbg CSE, ada peluang untuk masuk di entry level, untuk menjadi reactive support (handle problem) .
Ada banyak juga orang AS yg memulai karir sbg TAC engineers. Setelah bosen di reactive pada pindah jadi NCE buat offer proactive services ke customer.

Atau bisa juga masuk ke pre-sales, jadi SE. Yg diutamakan tentunya yg punya pengalaman, tapi masih ada kemungkinan buat join di entry level. Dari SE juga ada yg loncat pengen jadi NCE, dan ada juga yg dari NCE loncat ke SE.

Kalo network engineer yg udah punya pengalaman dan CCIE kayak Rival dan Bambang, bisa juga langsung nembak SV buat jadi testing engineer. Kalo yg ini sih musti join milis indo-svjobs :)
(moderator milisnya pasti langsung protes: gak perlu CCIE woi buat nembus SV heheh)

Kesemua tempat itu punya karakteristik kerja yg berbeda-beda dan sgt tergantung dari minat dan keinginan seseorang untuk bekerja di team yg mana. Tidak perlu ada debat kusir yg menyatakan satu team lebih baik dari yg lain. Sekali lagi ini tergantung nature dari kerjaan yg dicari. Semuanya punya tantangan dan karakteristik kerja masing-masing:
- suka ketemu orang, buat presentasi teknikal dan bikin low level design sampai project implementasi, jadilah NCE
- suka troubleshoot problem dan berpacu dgn waktu dalam kondisi under pressure buat fix problem, masuklah TAC team sbg CSE
- suka ketemu customer, bikin high level design dan segala pre-sales activity, jadilah SE
- gak suka ketemu customer, sukanya nongkrong di lab buat ngetes fitur product baru, hubungi moderator milis indo-svjobs biar bisa ke SV ha ha ha

Ini semua bukan merupakan gambaran organisasi Cisco yg komplit, karena masih lebih banyak lagi team yg lain. Ada backoffice, IT, admin, finance, internal security team, marketing, HR sampai ke team yg bikin internal tools, ordering process, yg ngurusin workplace dll. Dan gue juga gak bisa ngomongin jalur karir non-teknikal spt managerial atau sales misalnya.

Tapi yg jelas, buat orang2 yg pengen stay technical for the rest of his/her life, vendor product + services kayak Cisco merupakan pilihan yg cocok. Karena company kayak Cisco bisa dikatakan punya unlimited level buat orang teknikal. Sebagai contoh ada slot buat Distinguish Engineer dan ini ada yg lapornya langsung ke Vice President (dulu denger2 kabar gajinya juga bisa se VP heheh).

Catatan terakhir: biar semangat, biarpun belum CCIE ternyata masih ada peluang buat join AS sbg NCE (meskipun di cisco.com/jobs selalu ditulis preferable CCIE). Ada posisi yg disebut NCE - FTS, jadi NCE tapi hanya fokus ke satu customer tertentu. Biasanya kalo customernya besar sekali akan ada senior NCE yg me lead di customer tersebut tapi butuh beberapa NCE - FTS buat membantu. Tidak harus CCIE, CCNP dgn pengalaman lapangan yg extensive juga bisa dipertimbangkan.
Jadi kalo memang tertarik silahkan coba apply. Good luck.

Antara Advanced Services dan Business Units

March 6, 2007

Melanjuti tulisan gue terdahulu tentang ujung pelangi… well, sebenarnya tentang kebingungan yg sedang gue alami antara tetap bekerja di Advanced Services atau mulai mencoba melihat peluang untuk pindah ke Business Unit, akhirnya gue membuat tulisan ini. Tujuannya cuman satu: suatu ketika nanti gue mungkin kembali membaca tulisan ini yg mungkin merupakan saat dimana gue harus mengambil keputusan.

Jadi di Cisco itu kan secara garis besar organisasinya terbagi dua: bagian yg mengerjakan produk, dan bagian yg mengerjakan service. Business Unit yg mengerjakan produk, dan nantinya terbagi lagi spesifik ke produk seperti router tipe 76xx, 65xx dll. Kalo AS itu yg mengerjakan / men deliver services (AS sendiri sebenarnya bagian dari Customer Advocacy, yg punya service offering jauh lebih banyak di luar AS).

Secara brief, service yg ditawarkan team AS gue itu terbagi 2:

- Transactional atau project based
Kalo yg ini yg pada kerja di Cisco partner udah tau lah. Jadi kita bikin High Level Design (HLD), Low Level Design (LLD), implementation plan, testing plan, POC sampai project management. Bedanya dgn yg dikerjakan partner: level dari detail yg di deliver. Semua LLD atau dokumen yg lain itu dibikin detil bgt, sampe mirip kayak buku Ciscopress. Dan tentunya semua design kita udah di support oleh hardware dan IOS yg sesuai

- Subscription based
Jadi customer sign contract sama kita buat jaringannya di optimisasi, salah satu offer dari kita itu disebut Network Optimization Services (NOS). Nah ini penting buat customer jika ingin mencapai “five 9s” SLA alias 99,999% uptime di jaringannya. Biasanya yg beli tentu customer2 besar yg butuh tingkat SLA yg tinggi, meskipun mungkin tidak sampai five 9s.
Beberapa deliverables dari NOS adalah Best Practice audit, jadi jaringan customer di audit dan di compare dgn BP database kita; Software Strategy, bagaimana memilih IOS melalui proses panjang bug scrub (IOS pasti ada bug, tapi kita harus cari IOS yg bugnya paling sedikit mengenai topologi dan konfigurasi dari customer); Software security advisory; EOL and EOS notification; Design review; Ongoing consultation; Knowledge transfer dll yg akan membantu customer dalam meng optimize dan me-review arsitektur dari jaringan yg ada sekarang.
Jadi ini berbeda dgn maintenance service yg biasa ditawarkan partner, karena partner lebih fokus ke daily operation support, hardware replacement dll

Nah kerja di AS itu tantangan paling besarnya adalah: people. Customer. Ketemu customer. Grab requirements. Diskusi dan Workshop. Presentasi. POC. Argumentasi. Bikin detil design kemudian dijelaskan ke customer dll yg intinya selalu bertemu dgn another human being with high level of expectation. And not just another human being, tapi bagian paling penting dari bisnis, yaitu customer. Tantangan lainnya adalah traveling yg gila-gilaan. Musti siap kerja dari airport, di taxi maupun hotel atau starbucks (banyak juga sih yg kerjanya model gini, spt Sales atau System Engineer yg merupakan pre-sales dari product/solution)

Sedangkan kerja di Business Unit, gue butuh masukan dari teman2 yg udah duluan join spt Carlos, Rival dan Bambang, sepertinya sih yah jadi lab rat. Lebih banyak menghadapi mesin. Kalo ada bagian yg ketemu human being itu hanya terbatas dgn sesama team atau internal team lain di Cisco.
No interaction dgn customer (lihat exception di bawah entar).
Paling asik ya join business unit di produk yg interesting, kalo di Cisco Routing itu: CRS-1 BU, GSR BU (Rival), 76xx BU, 65xx BU (Bambang). Banyak teknologi menarik di access layer products tapi kayaknya bintangnya masih tetap yg di atas itu.

Nah ada orang yg baca tulisan Ujung Pelangi dan ninggalin comment sbg berikut:

sekedar menambahkan, apa rasanya kerja di BU … see if you like it … I hope this can help you to decide whether this is something that you want to do.

Orang2 di BU selalu sibuk dikejar2 sama tanggal & deadline … banyak sekali kerjaan tapi resources (staff) yg di-alokasikan sangat minim …

- sibuk meeting & manage request from account teams yg demanding untuk di-prioritaskan
- sibuk me-manage expectation dari orang2 yg kadang2 unreasonable with the road map and target
- sibuk prioritize feature mana yang harus di-release duluan, dan yang mana yg strategic/tactical, dan yang mana yang make good business justification
- sibuk nulis bug fixes, and release new code
- sibuk bikin competitive analysis
- sibuk bikin documentation, technical notes
- sibuk bikin presentation, kasih presentation dan training ke sales SE
- banyak re-organization … jadi merasa posisi kerjaan nggak menentu

Comment by it’s me — February 21, 2007 @ 8:00 pm

Yah kalo masalah pressure, tentu di AS maupun BU akan banyak pressure walaupun macam tekanannya berbeda. Masalah minim resource juga sama, masalah re-organization. ..boss gue udah ganti di bulan ke-2 gue kerja :D

Kalo menurut gue bedanya kerja di AS maupun BU tetep di: customer facing atau tidak. Di AS jelas kita jadi bumper, di front line buat ngadepin customer yg mungkin melihat kita sbg Cisco gak perduli dari BU atau tidak (khususnya ketika nanya kenapa IOS feature tertentu gak di support)

Ada satu posisi di BU yg gue tahu merupakan kombinasi dari ke-2 nya, posisi yg disebut Technical Marketing Engineer (TME). Ada temen gue yg jadi ini dan dia cerita kalo dia juga harus bertemu customer buat me-list feature2 apa yg kira2 dibutuhkan di IOS release berikutnya, dan juga harus mengerti deep down technically karena harus diskusi dgn developer juga.
Selain tentunya paling sering di “bantai” oleh bumper-bumper kayak AS atau pre-sales team, SE, jika ada feature gak masuk akal yg di release sedangkan yg diperlukan malahan gak ada.

Banyak orang2 yg kita kenal karena menulis buku Ciscopress spt Dmitry Bokotev, Ajay Simha, termasuk si Jeff Apcar salah satu Distinguished Engineer yg tetap berada di Cisco AS. Sebagian penulis buku lainnya berasal dari Business Unit. Biasanya keliatan kalo pengarangnya dari AS itu lebih mengarah ke implementasi dan integrasi suatu produk atau design guidelines, dgn contoh2 case study yg diambil dari pengalaman di lapangan.

Jadi ini bukan tulisan ttg mana yg lebih baik: AS atau BU, tapi lebih mengarah ke apa yg bisa bikin kita happy kerja di situ.

Pada intinya, kita selalu berharap bisa kerja di sesuatu hal yg kita sukai kan, mengharap apa yg kita kerjakan dan yakini adalah Ujung Pelangi kita. Dan sampai sekarang gue belum tahu apakah gue perlu pindah ke BU, masih mencari alasan yg bisa meyakinkan kalo gue bakal happy di sana (silahkan baca lagi tulisan Ujung Pelangi).

Karena, walaupun dari internal email yg gue terima tadi malem ada puluhan slot lowongan buat NCE di US, gue percaya bahwa:
- ngapain ke US kalo gak ke SV
- ngapain ke SV kalo gak ke business unit
- ngapain ke business unit kalo gak yg menarik spt CRS, GSR, 76xx, 65xx (kalo kerja di Cisco, kalo di vendor lain ya di top of the line product nya lah)

Jadi intinya, gue merasa tidak tertarik pindah jadi NCE juga biarpun ke US, mendingan di APAC kali yah.
Jadi punya kesempatan buat membantu customer Indo juga… membangun bangsa lah walaupun dikit heheh

Mungkin harus nunggu film Transformers dulu sebelum bisa men transform hidup kita :)