CCIE Journey in Different Outfit

January 25, 2007

Sudah dua kali gue mengambil CCIE dgn cara yg kurang lebih sama: tanpa training, ngorbanin waktu tidur, ngorbanin keluarga, beli lab sendiri, no social life, ngabisin duit pribadi, tidur di meja kantor, dan lain-lain yg pokoknya yg susah-susah. Nah untuk CCIE yg ke-3 ini gue mau mengambil approach yg berbeda. Gue mau coba mengambil CCIE dgn ditanggung penuh oleh perusahaan yg sekarang.

Wah, gampang dong ya jadi CCIE kalo udah kerja di Cisco? Belum tentu donk. Tantangannya beda. Dan jangan dipikir gue punya akses ke soal ujian CCIE heheh. Yg jelas emang benar kalo CCIE lab itu dibayarin ama Cisco, emang iya gue punya akses ke semua buku Ciscopress, gue juga punya akses ke internal training baik yg instructur-led maupun yg Video On Demand atau web based dan berbagai kemudahan lainnya.

Tapi tantangan yg terbesar ketika bekerja di Cisco adalah waktu. Waktu kerasa kurang banget buat ngerjain kerjaan, apalagi buat belajar. Padahal waktu di partner dulu gue udah sering megang beberapa project sekaligus tapi gak pernah merasa spt sekarang. Kalo di Cisco bilang gak ada waktu berarti, literally, gak ada waktu.

Anyway
, gue kemaren dapet email dari Alex Popov IE Mentor yang menawarkan diskon 50% untuk training CCIE SP Bootcamp yg akan diadakan pada tanggal 14 May 2007 di Singapore! Dia bilang: “.. your blog has a pretty good exposure.. good article about our bootcamp would benefit us..”

Whooohoo! Gak sia-sia donk gue sering nulis di blog ya? hehe
Jadi gimana, ada yg tertarik buat sekelas ama gue bulan May 2007?

I feel so happy to be back on track. It’s time to start another CCIE journey. But this time let’s do it differently.

IE Mentor Goes with Dynamips too

January 18, 2007

Seperti juga Internetwork Expert yg mendukung penggunaan dynamips, Cisco 7200 simulator, untuk workbooknya, sekarang IE Mentor yg disebut-sebut sbg penyelenggara training terbaik untuk CCIE SP pun sudah mendukung penggunakan dynamips untuk latihan scenario lab di workbook nya.

Silahkan klik link di website nya untuk informasi lebih detil. Ada file konfigurasi dynamips .NET yg hanya bisa di download jika kita merupakan customer mereka. Tapi tidak akan butuh waktu lama kan untuk mendapatkan file ini di Internet? ;)

Selamat belajar.

Being Ordinary

January 5, 2007

Setelah gue join Cisco gue bener-bener bisa merasakan hal yg biasa dikatakan orang banyak: “di atas langit ada langit”. Punya gelar CCIE kalo kerja di Cisco sepertinya menjadi tidak berarti. Di team gue semua orang CCIE. Gue duduk di sebelah orang yg punya triple CCIE. Nomernya 3000-an lagi. Ada orang yg baru join 3 bulan sebelum gue punya double CCIE, seperti gue di Routing & Switching dan Security track, dan juga punya Juniper JNCIE. Malahan salah seorang manager sales team adalah double CCIE!

Kalo pengalaman mereka, jangan ditanya deh. Ada yang sudah bangkotan maen teknologi Service Provider. Ada yang dateng dari company sebesar NTT docomo di Jepang atau AT&T. Ada yg pernah menjadi Testing Engineer di Cisco San Jose. Ada juga yg pernah kerja di Cisco Advanced Services team di Middle East sebagai kontraktor. Ini baru beberapa anggota team gue doang yg based di Singapore, gue belum ngomongin tentang team lain yg mengerjakan hal-hal yg lebih seru.

Well, I guess I’m an average guy here. I’m back to ordinary.

Loh memang di kehidupan sebelumnya gue extra ordinary? Oh bukan begitu. Gue dari dulu juga cuman orang biasa. Cuman bedanya waktu gue kerja di Cisco partner, it was easier to get attention. I was on the top of the hill. Gue jadi orang technical tertinggi di company gue. Dalam mengerjakan suatu project, exposure gue tinggi namun begitu juga dgn pressure dan target yg tinggi. Semua orang bisa lihat gue dan semua orang selalu meng-eskalasi ke gue jika ada problem. Have you been in the room full of crowd when suddenly something happens and everyone starts looking at you and asking “what should we do?”

Seperti yg gue bilang, berada di posisi seperti itu ada nilai baiknya dan ada nilai buruknya. Nilai baiknya tentu jika semua berjalan lancar dan project sukses, nilai tambah kita akan langsung kelihatan oleh semua orang. Nilai buruknya adalah ketika terjadi problem, tekanan yg datang adalah sangat sangat tinggi karena kita tidak bisa menoleh ke samping dan asking for help. Tanggung jawab terbesar ada di tangan kita. But that’s the life, isn’t it? C’est la vie. Batu berharga harus digosok terlebih dahulu untuk keliatan nilainya.

Well, I guess being ordinary in such wonderful place like Cisco is still awesome
. Tapi gue harus melakukan sesuatu yg membuat gue juga kompetitif dan bermanfaat di sini. Gue harus bisa set myself apart from the others. But I need to do it a single step at a time. Like passing my third CCIE in Service Provider track. So now it’s time to focus on that target. Actually it’s my previous target. I’m a bit behind my schedule and I have to start it from beginning again. Stay close.