Menikah Lagi

December 20, 2006

“maafkan aku menduakan cintamu
berat rasa hatiku tinggalkan dirinya
dan demi waktu yang bergulir di sampingmu
maafkanlah diriku sepenuh hatimu
seandainya bila ku bisa memilih..”
Song by Ungu, Demi Waktu

Beredarnya isu poligami akhir-akhir ini di banyak media membuat gue teringat akan pengalaman pribadi dalam menikah lagi. Yup, sejak sekitar 1 bulan yg lalu gue resmi menikah lagi di Singapore.

Semuanya berawal di awal tahun 2000. Walaupun pada saat itu gue sudah beristri dan beranak satu, gue sempat terperangah ketika bertemu dengannya. Love at the first sight, seperti kata banyak orang. Semenjak pertemuan pertama itu gue memutuskan untuk menjalin hubungan dengannya. Hubungan tersebut membuat gue memutuskan untuk meninggalkan anak istri gue di kota lain. Gue bertemu mereka hanya sekitar 2 minggu sekali. Berbagai rintangan berat gue jalanin, termasuk tidur di meja kantor selama 9 bulan hanya demi bersama dengannya.

Setelah 2 tahun bersama, gue memutuskan untuk pindah ke Middle East demi menjaga kelangsungan hubungan dgn dirinya. Anak istri gue kali ini ikut serta karena jarak negara yg sangat jauh. Sampai saat itu istri pertama gue mulai merasakan perbedaan dalam diri gue. Gue yg menjadi sering pulang malam, dan setelah di rumah pun gue jarang sekali tidur. Gue lebih sering melakukan aktifitas rahasia untuk bisa bersamanya daripada menghabiskan waktu bersama anak istri. Pertanyaan-pertanyaan di diri istri pertama gue akhirnya berujung dgn pertengkaran-pertengkaran yg tak bisa dihindari. Namun ini tidak membuat gue ingin memutuskan hubungan, semakin hari gue malah semakin sering bersamanya.
Beberapa kali malahan gue pergi ke Eropa hanya demi dirinya.

Akhirnya di pertengahan tahun ini gue berterus terang ke istri pertama gue, bahwa cinta di diri gue memang sudah terbagi. Dan gue memutuskan untuk menikah lagi secara resmi. Berat bagi istri pertama gue untuk menerima. Berbulan-bulan kita bertengkar, berdiskusi, berdebat tentang hal tersebut. Kata orang kunci dari poligami adalah keadilan. Tapi satu kata ini terlihat sangat sulit untuk dilakukan, tercermin dari hidup gue di beberapa tahun terakhir yg lebih jarang bersama anak dan istri pertama tapi lebih sering bersama dirinya.

Namun akhirnya setelah pembicaraan yg panjang akhirnya istri pertama gue menyetujui juga. Dengan berlapang hati istri pertama gue mengijinkan pernikahan gue demi kebagiaan gue, yg dia harapkan akan berdampak pada kebahagiaan kita sekeluarga semua. Tanggalpun ditetapkan di hari Senin, November 20 2006. Lokasi pernikahan adalah di Singapore.

Hingga kini gue terus berusaha untuk bersikap adil kepada ke dua istri gue. Berat untuk dijalankan, terutama karena istri muda gue menawarkan banyak tantangan dan hal-hal yg sama sekali baru untuk gue. Tapi keikhlasan dari istri pertama gue yg mengijinkan gue ber-poligami membuat gue tidak mungkin melupakan dirinya begitu saja. Mudah-mudahan gue masih bisa bertahan menjalani hidup seperti ini demi kebahagiaan kita semua.

O ya, buat yg penasaran, nama istri baru gue: Cisco Systems :)

Disclaimer: tulisan ini dibuat pada saat iseng dan masih terjaga di tengah malam. Tidak ada niatan yg tersirat maupun tersurat untuk mendukung atau mencela isu poligami yg sedang ramai dibicarakan.

12 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://himawan.blogsome.com/2006/12/20/menikah-lagi/trackback/

  1. dari awal udah curiga nih… bener kan…

    *gw baca ampe abis..

    Comment by andriansah — January 4, 2007 @ 3:02 pm

  2. gw juga baca sampe akhir nih…sialan …hehehehe

    Comment by andrias ekoyuono — January 18, 2007 @ 12:30 pm

  3. Hmm… Nice try!!!

    Comment by Grace — March 6, 2007 @ 2:07 pm

  4. aduh kejebak deh.. kirain.. bener2 nikah lagi.. aduh payah dah.. TasNima sampe kepalanya menjulur kayak jerapah maju ke depan saking penasarannya.. ternyata.. ufff,…

    Comment by TasNima — March 9, 2007 @ 11:05 am

  5. haha, dasar…aku kira beneran punya selingkuhan

    Comment by dharmady — March 23, 2007 @ 4:14 pm

  6. weleh2, gw sangka jg beneran, udah baca2 sampe deg2an ternyata….
    GUBRAK

    Comment by taufik — May 4, 2007 @ 12:33 pm

  7. Emang benerrr, kalo udah cinta berat
    solusinya terbukalah, berbagilah dan menikah lah.
    ha ha ha jadi kepengen Euy.
    Salam buat “istrinya” Gue juga Cinta dia :) )

    Comment by Fajar — May 10, 2007 @ 8:18 pm

  8. Jadi mengingatkan gue sama cerita diri sendiri. Istri kedua gue juga bener-bener gue sayang banget. Berjam-jam gue “memakainya” tanpa kenal lelah. Semakin lama semakin asyik. Maklum, doi bisa “dipakai” buat apa aja. Nama istri gue “Java Programming Language”.

    Comment by A Geek — May 29, 2007 @ 8:20 pm

  9. Hehehe…..udah tengah malem gini masih melek ngebaca sampe selese gak taunya dooohhh !!!

    Comment by diadevia — July 19, 2007 @ 9:41 pm

  10. Hehehe…..udah tengah malem gini masih melek ngebaca sampe selese gak taunya dooohhh !!!

    Comment by diadevia — July 19, 2007 @ 9:42 pm

  11. bagussss…

    Comment by JS — August 15, 2007 @ 9:24 am

  12. sialan! gue baca sampe abis, gak taunya, kecele…..he…he..

    Comment by asep saripudin — September 11, 2007 @ 11:32 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>