Menjadi Kontraktor
October 15, 2006Sudah seminggu terakhir gue bekerja di salah satu customer bekas perusahaan gue sebagai kontraktor. Semua tawaran kerjaan dari berbagai perusahaan gue tolak atau pending, dan gue memilih untuk meneruskan proyek di customer gue tsb. Alasannya sih ada dua: karena kerjaannya gampang, walaupun ini kontrak baru tapi gue kan dulu terlibat di proyek tsb, dan karena uangnya bagus
Ternyata bekerja sebagai kontraktor sangat mengasyikan. Yg pertama karena gue bener-bener full control dalam pekerjaan. Scope of work sudah didiskusikan sebelumnya sehingga gue tahu apa yg harus gue kerjakan dalam kurun waktu yg sempit. Ini membuat gue menjadi sangat fokus dan berdedikasi dgn kerjaan gue. Yg kedua karena dgn kerja kontrak membuat gue menjadi fully responsible atas semua hal yg terjadi. Jika ada problem tentunya itu problem yg terjadi karena salah gue sendiri dan tentunya gue sendiri pula yg harus memperbaikinya. Tidak ada campur tangan atau bantuan dari orang lain yg biasanya terjadi waktu gue kerja di perusahaan. Dan yg terakhir, mungkin yg paling penting hehe, duitnya ternyata jauh lebih banyak ketimbang kerja tetap.
Tentunya ada hal-hal dalam bekerja sebagai kontraktor yg tidak seenak jika bekerja sebagai karyawan tetap. Misalnya kita tidak mendapat kepastian tentang income yg didapatkan. Bulan ini mungkin sibuk dan bisa dapet uang banyak tapi bulan depan mungkin tidak ada kontrak sama sekali. Selain kita kita juga tidak mendapat fasilitas yg biasa didapatkan sebagai karyawan misal asuransi kesehatan, akomodasi, transportasi dll. Enaknya mungkin kita menjadi bebas mengatur semua hal di atas dgn hasil yg didapet sebagai kontraktor, tapi kadang ada hal-hal yg lebih baik diurus oleh perusahaan seperti visa kerja dll.
Well, walaupun gue baru memulai di dunia kontrak, sambil menunggu tawaran dari impian hati, gue coba tulis apa-apa saja yg harus diperhatikan jika ingin menjadi kontraktor. Baca selengkapnya di sini.
