Ganti Weekend
September 9, 2006Semenjak 1 September 2006 di UAE weekendnya diganti dari Kamis - Jum’at menjadi Jum’at - Sabtu. Tapi buat gue sih gak begitu ngaruh, karena gue udah biasa kerja 6 hari. Kalo dulu setiap hari Kamis gue pake buat meeting dgn team gue, kalo sekarang hari Sabtu gue pake buat ngerjain proyek di customer.
Ternyata asik bgt kerja hari Sabtu, soalnya semua orang di customer pada libur jadi gue bisa kerja tanpa diganggu end users. Seperti kata dr. Greg House di House M.D : “everybody lies”, me-refer ke pasien rumah sakit yg umumnya tidak berterus terang ke dokter, gue juga percaya bahwa semua end users lie. Mereka bilang “network is down” padahal cuman karena kabel UTP yang copot, “network is slow” padahal belum pernah ada performance benchmark dan kriteria fast or slow hanya berdasarkan feeling.
Anyway, balik lagi ke masalah weekend. Kebanyakan negara Arab memilih antara Kamis - Jum’at atau Jum’at - Sabtu sebagai weekend. Alasannya sebenarnya masuk akal, mayoritas penduduk yg muslim tentunya lebih memilih libur pada hari Jum’at sehingga bisa fokus beribadah. Arab Saudi masih memilih Kamis - Jum’at tapi ini menyebabkan hari-hari efektif untuk berkomunikasi masalah bisnis dengan negara lain, misal dengan Eropa, hanya terbatas menjadi Senin sampai Rabu. Memilih Jum’at - Sabtu sebagai weekend di UAE menyebabkan perbedaan hari kerja antara UAE dan Eropa atau US menjadi tinggal 1 hari, yaitu hari Jum’at. Di negara Arab yg muslimnya tidak mayoritas sekali seperti Lebanon (hanya setengah kalo gak salah) memilih weekend untuk mengikuti sistem Sabtu - Minggu.
Kalo gue lihat, sebenernya Indonesia bisa memilih untuk menjadikan Jum’at - Sabtu sebagai weekend. Melihat jumlah penduduk yg mayoritas utama masih muslim, lebih masuk akal sebenarnya untuk mengutamakan yg mayoritas. Dari segi bisnis, seingat gue waktu kerja di Jakarta tiap hari Jum’at itu break makan siang menjadi 3 jam, dari jam 11 sampai jam 2. Jadi kalo misalnya Jum’at - Sabtu libur, selama 5 hari kita bisa kerja full.
Dan dgn selisih hari kerja dgn eropa dan US yg cuma 1 hari, hari Jum’at lagi, sepertinya pilihan ini masih bisa dipertimbangkan.
I’m not trying to start a religious debate here.
Cuma opini.

iya mas Himawan, klo Jum’at berasa hari pendek banget..karena break siang diperpanjang dan klo mau kemana-mana jadi nanggung
Comment by Riky Kurniawan — September 13, 2006 @ 5:04 pm
Wow..bagus juga mendengar cerita2 dari negeri seberang lautan.. Terutama postingan mas Himawan yg sebelum ini, opens up my perspective..juga jadi simpati sama saudara2 kita yg mau gak mau berusaha ‘berdamai’ dg perang.. >sigh
Comment by rhani — September 14, 2006 @ 7:50 am
Setuju sekali dengan argumennya mas…..
coba bisa begitu ya… libur di Indonesia bisa diganti jadi jumat dan sabtu…. Semoga pemerintah yang akan datang bisa menyalurkan dan membuat keputusan tentang hal ini…. SEMOGA…..
Comment by supri — November 2, 2006 @ 8:49 am
:D asSalaamu3alaykum… ane sepakat deh dengan hari libur di Indonesia diganti aja jadi Jum’at ma Sabtu.. pertama sampe ketiga, lebih efektif3x… apalagi ditimbang dari segi agama.. ane suka banget baca blog mas himawan.. ane bisa melihat negara yang belum pernah ane liat melalui blog anda!
how niceeeee… ngomong2.. apa ini blog tidak dilanjutkan? kok nggak ada laporan 2007 nya nih.. sMoga sukses selalu dalam pekerjaan and keluarga degh! amiin
Comment by TasNima — March 9, 2007 @ 10:57 am