Snowboarding 1 Cisco 0

July 28, 2006

Udah hampir sebulan gue resign tapi belum ada tanda2 Cisco Middle East buat mencoba mengontak gue. Jangankan direkrut, interview aja belum dipanggil! Yang gue gak ngerti, gue tahu banget ada banyak lowongan di Cisco Jobs, dan syarat utamanya rata2 CCIE. Dan menurut beberapa temen gue yg kerja di Cisco, sampe sekarang belum banyak CCIE yg direkrut.
Segala cara udah gue lakukan. Resume gue udah gue kirim buat yg ke-8 kalinya. Gue udah kontak temen2 gue di Cisco yg pernah kerja bareng buat memberikan rekomendasi. Tapi tetep aja sampe hari ini hasilnya nihil.

Apa mungkin Cisco Middle East rasis? Hanya merekrut orang dari negara tertentu saja seperti isu yg gue denger dari temen2 gue? Harusnya sih enggak. Cisco kan Equal Opportunity Employer. Paling enggak itu yg tertulis di websitenya.

Anyway, karena gue sudah resign dan completely in control dalam mengatur waktu, gue berusaha mencari aktifitas untuk melupakan ke kekian gue ke Cisco. Selain berenang di atap apartemen gue yg baru, minggu lalu akhirnya gue memutuskan untuk mulai belajar Snowboarding. Bukannya ikut2an si Carlos yg seneng snowboarding di resort beneran, tapi karena cuman aktivitas ini gue pikir yg paling cocok dilakukan di waktu summer.

Summer di Dubai bisa mencapai 50 derajat celcius, jadi kayaknya susah buat melakukan aktifitas seperti Offroad di padang pasir atau surf boarding. Aktifitas yg cocok dilakukan memang yg indoor seperti snowboarding di Ski Dubai ini. Gue ngambil kelas dari level beginner dan sampe sekarang udah bisa melakukan J-turn walaupun harus mengorbankan harga diri dan sakit2 badan.
Kalah sama anak kecil yg baru belajar juga gitu loh!
Tapi gue enjoy banget dgn aktifitas baru gue ini.

Jadi kesimpulannya? Snowboarding 1 Cisco 0.

Only After You’ve Lost Everything

July 18, 2006

I’m in the lowest point in my life: jobless, homeless, carless, wifeless, kidless..
.. tapi gue bener2 happy.
I breathe the free air.
I can feel the freedom that money can’t buy.

Gue udah resign jadi sekarang gue yg kendaliin waktu gue, project mana yg harus gue kerjain, dan apa yg harus gue kerjakan dalam hidup ini. Anak bini udah di indo, kemaren pulang pake one-way ticket. Mobil udah lama dijual, dan sekarang pake mobil rental yg udah ditagih tagih sama orang yg punya.

Gue sempet ke Jakarta seminggu buat nganterin anak bini dan baru balik ke sini Jum’at malem. Sabtu siang gue diusir dari apartemen! ha ha ha. Kata orangnya harusnya gue udah cabut dari akhir Juni. Gue kirain akhir Juli, jadi gue belum siap nyari apartemen baru. Jadi aja gue 2 malem luntang lantung di jalan kekeke. Barang2 sebagian di rumah temen, sebagian di mobil dan gue sempet ngerasain tidur di tempat parkir hihi

Biarpun banyak masalah beberapa hari kemaren, tapi gue tetep bener2 happy.

“It’s only after you’ve lost everything that you’re free to do anything.”
— Fight Club

Resign - Part 2

July 6, 2006

Gue resign dari company tanggal 1 Juli kemaren tanpa perencanaan yg jelas. Belum ada job offer di tangan dan H1b visa yg belum keluar juga. Gue cuman punya waktu 3 bulan buat finalized apapun keputusan yg akan gue ambil, sebelum imigrasi Dubai meng-kick out gue dari country.

Keputusan berat yg terpaksa gue ambil karena ada internal issue ini terus terang membuat gue kurang tidur dalam beberapa minggu terakhir. Banyak pertanyaan “how if” di kepala, khususnya karena gue sekeluarga sekarang tinggal sendirian di negri padang pasir ini tanpa sanak saudara. Yang bisa gue andalkan hanya beberapa temen dekat.

Beberapa jam setelah gue kirim email ini ke semua orang, temen gue si Project Manager dari Cisco Advance Services kirim email:
“Himawan, pls. find below my short mail to Mo/Peter.
I am sure we will see us in Oct. at our Cisco All Hands meeting in Cannes/France.”

Dan dia forwardin email yg dia kirim ke 2 Direktur Cisco Advance Services team buat Middle East dan Afrika:
“Mo, Peter, try to get this guy on board.
Now, it should be possible since he left Emirates Computers.
He likes to join Cisco and he would work in every country you need him.
He is a very good Engineer.”

Membaca email dia membuat semua usaha yg gue lakukan buat resign menjadi terbayar.
Gue gak tau apa yg bakal terjadi nanti.
Gue gak tau apa bakalan bisa join Cisco AS team nanti.
Cuman satu hal yg gue tahu sekarang, kalaupun nanti gue tidak berhasil join Cisco AS, itu berarti karena memang skill dan kemampuan gue yg tidak memenuhi
standar. Dan bukan karena nama gue ada di “no hire list” lagi.

And it’s really worth it.

Resign

July 1, 2006

Dear Sir,

Please accept this letter as my formal notice of resignation from Emirates Computers - Dubai, effective October 1, 2006. The associations I’ve made during my employment here will truly be memorable for years to come.

I hope a three-months notice is sufficient for you to find a replacement for me. If I can help to train my replacement or tie up any loose ends, please let me know.

Thank you very much for the opportunity to work here.

Sincerely,
Himawan Nugroho
Network Consultant
CCIE#8171 (R&S, Security)