Ketika Harus Memilih

April 19, 2006

Life is a matter of preferences.

Tadinya gue kira pilihan gue mudah: bertahan dgn kerjaan gue yg sekarang, bertahan di company yg sama tapi jadi pre-sales murni, atau berangkat ke US begitu dapet H1.
Gue sudah memutuskan buat mengambil pilihan yg paling susah, pilihan yg paling tidak pasti. The hardest.
I have decided to take the red phil.

Tapi ternyata tidak semudah itu.
Sepertinya keputusan untuk memilih antara option 1 dan option 2 bukan di tangan gue lagi. Company gue sedang merumuskan suatu advance services team yg akan berisi para CCIE, untuk melakukan both implementasi dan pre-sales. Gue dari 2 tahun lalu sudah masukin ide gue tentang Tiger Team, mirip dgn ide di atas dgn tambahan team ini bisa menawarkan professional services, seperti network and security assessment, langsung ke customer.
Mereka ketawa ketika mendengar usulan nama Tiger Team dari gue.
Apapun namanya nanti, ini sebenernya sangat menarik karena sudah 2 tahun lebih gue mencoba menggolkan hal yg sama. Tapi kemungkinan besar, ini bukan team milik gue. Bukan Himawan’s Tiger team.

The 3rd option, 2 bulan yg lalu mungkin merupakan hal yg paling menarik buat gue. Tapi lamanya proses dan banyaknya hal yg harus dikorbankan membuat keragu-raguan sering muncul.
Hal pertama yg gue korbankan adalah kesempatan untuk ke Networkers Las Vegas Juni ini. Company gue memberikan trip ke Las Vegas sebagai hadiah gue lulus CCIE.
Karena gue merasa tidak etis untuk mendapat hadiah ini dan 3 bulan kemudian resign, pagi ini gue kirim email ke team Networkers untuk cancellation dan refund.
Bersamaan dgn itu, karena gue juga sudah mendaftar untuk ujian CCIE Service Provider di Research Triangle Park - North Carolina seminggu setelah Networkers, pagi ini lab booking tsb juga gue drop.

Is the 3rd option as worth as it looks like?

Gak tau gue.
Di tengah-tengah kebingungan, yg gue lakukan justru berusaha menambah option. Dari 2 hari yg lalu gue kembali pasang CV gue di monster.
It is time to announce my existence to the world, again.

Bukan berarti plin plan, tapi hal ini gue lakukan hanya untuk meyakinkan diri bahwa pilihan apapun yg gue ambil dalam beberapa bulan ke depan, adalah yg terbaik.

Let’s see.

Cisco Gulf Partner Summit 2006

April 14, 2006

Tanggal 12 April kemarin gue mengikuti Cisco Partner Summit untuk negara-negara arab di kawasan Gulf dan Pakistan. Acara tahunan yg mempertemukan perusahaan-perusahaan yg merupakan partner dari Cisco Systems ini diadakan di Jumeirah Beach Hotel, Dubai.

Acaranya dimulai di main auditorium, dibuka dgn top management Cisco Systems Middle East duduk di atas panggung dan bermain.. gendang! Cukup menarik dan atraktif, apalagi Samer Alkharrat, sang GM, beberapa kali melakukan solo :)

Dari pembukaan, acara summit dimulai dgn beberapa speech dari management Cisco, termasuk si GM jagoan gendang, dan kebanyakan membahas tentang pangsa pasar middle east. Acara yg dimulai dari jam 9.30 pagi ini diselingi dgn banyak coffee break, hell terlalu banyak menurut gue, tiap sejam kali! Mungkin ini untuk memberi kesempatan kepada semua perusahaan untuk berdiskusi diluar acara summit.
Building relationship is what matters from this kind of event, isn’t it?

Setelah makan siang, semua peserta bisa mengikuti breakout session tergantung dari target market dan technology yg dipresentasikan. Gue pribadi mengikuti topik Next Generation Network untuk target market Service Provider, kemudian mendengarkan presentasi ttg update produk2 Cisco security yg baru, dan berakhir di session ttg centralize wireless solution untuk target market Residential area.
Acara ditutup dgn pembagian partner awards dan makan malam bersama.

Ada beberapa catatan dari acara summit ini:

- Middle east is one of the emerging market
Menurut Cisco, business growth di middle east dari tahun 2006 hingga 2009 adalah diatas 60%! Ini membuat kawasan ini masuk ke dalam kategori Emerging Market, bersama-sama Amerika Latin dan Rusia. Tingginya business growth membuat Cisco melakukan expansi besar-besaran dan melakukan massive hiring. Dan semakin banyak orang-orang yg dipindahkan dari Cisco di negara lain ke sini.
Ini juga membuat lowongan di perusahaan-perusahaan Cisco partner menjadi banyak. Banyak company yg mencari CCIE.
CCIE is becoming hot nowadays. Especially double CCIE, perhaps ;)

- My company is not that sucky after all
Company gue mendapat 2 awards, best partner in wireless specialization dan best silver partner. Bulan lalu company gue resmi menjadi Gold partner tapi tetep dianggap sebagai best silver partner dgn business growth di atas 40%. Melihat total jumlah awards yg hanya sekitar 10-an dan jumlah perusahaan Cisco partners di kawasan Gulf dan Pakistan yg mencapai ratusan, 2 penghargaan ini tentunya bukan hal kecil.
Not bad.

- No chances to join Cisco middle east!
Yup, Sam has spoken. Di opening speech si GM Cisco ini bilang kalo memang benar Cisco ME lagi expanding gila-gilaan dan melakukan massive hiring, mencoba merekrut sekitar 40 orang dalam jangka waktu 3 bulan.
But, dia bilang, we won’t hire anyone from partners!
Yeah rite, gue bilang dalem hati. Mau merekrut orang sebanyak itu dalam waktu 3 bulan dari mana lagi kalo bukan dari partner. Di summit ini sendiri gue ketemu beberapa muka baru di Cisco yg gue tahu tadinya kerja di partner.
Dan Sam menambahkan: “but you have to maintain your employee. It’s really hurt to see people from our partners move to join Huawei or Juniper”
That’s exactly my point.
Kalo Cisco mau lihat ada orang Indonesia yg punya triple CCIE tiba-tiba pindah ke Huawei, silahkan tidak merekrut gue! dalem hati gue mengutuk-ngutuk heheh.
Let’s see.

- Can’t understand your value unless someone tells you

Sebagai employee, kita seringkali tidak tahu market value yg kita miliki. Apakah benar orang mau merekrut kita? Apakah benar skill kita dihargai? Ketidaktahuan ini bisa menyebabkan kita menjadi underestimate, minder dan merasa kita tidak berharga. Atau malahan sebaliknya, merasa paling jago dan arogan.
Kenyataannya? Market value kita bisa dilihat ketika bertemu orang-orang.
Seperti gue sebutin di atas, market di middle east memang lagi bagus. Jadi banyak orang-orang yg butuh CCIE, terutama yg sudah punya pengalaman di kawasan ini.
Salah satu temen gue, CCIE, baru resign minggu lalu. Dia dateng ke acara ini karena ada free lunch dan free dinner. Hey, free stuff is alwasy good! Pulang dari acara summit ini dia membawa segepok kartu nama dan tawaran bekerja, baik dari company di UAE dan Pakistan. Kebetulan dia memang orang Pakistan. Yg dia lakukan selama summit cuman ngobrol sama orang-orang dan mempromosikan diri, sambil bilang kalo dia sudah berhenti dari company yg sekarang.

- Best dinner ever
Hal yg paling berkesan dari acara summit ini buat gue adalah gala dinner yg diadakan di area terbuka pantai Jumeirah Beach hotel. Sama-sama model buffet seperti waktu makan siang tapi suasananya benar-benar berbeda.
Pantai hotel ini berseberangan dgn hotel mewah Burj Al Arab. Ketika matahari mulai terbenam dan live music mulai berdendang, suasana menjadi sangat indah. Apalagi hotel Burj Al Arab berganti-ganti warna setiap beberapa saat dgn permainan lampu. It’s perfect.
Gue bilang ke teman gue, akhirnya dateng juga kesempatan buat kita-kita yg biasa kerja menjadi budak Cisco, untuk mendapat kemewahan seperti ini.
“it’s been more than 4 years man for us to suffer on the field, and this is the first time we can really enjoy our life.. even it’s only for 1 night”
Komentar temen gue cuman satu: “we deserve it.”

Never Stop Learning

April 5, 2006

Beberapa hari yg lalu gue dapet email dari seorang bapak di Bandung:

“Nama saya …. Usia 59 tahun. Pensiunan.
Saya mengenal Cisco pada tahun 2000. Belajar, terus belajar. CCNP tahun 2002.
April 2002 pensiun. Sejak itu sampai sekarang saya kerja part time sebagai Network Engineer / Trainer.”

Email ini bikin gue tertegun untuk beberapa saat.
Network Engineer berusia 59 tahun! Umur 56 menjadi CCNP!

Terlepas dari motivasi beliau yg memutuskan untuk belajar Cisco di usia tersebut, gue bener2 kagum dgn semangat belajarnya yg tetap dimiliki.
Satu pertanyaan langsung muncul di kepala:
Sanggupkah gue untuk tetap belajar hingga tua?
Mungkin bukan belajar Cisco, apapun itu, tapi yg penting tetap konsisten belajar hingga tua nanti.

Tulisan ini gue buat untuk mengingatkan gue pada saat gue males, bosan, dan selalu membuat alasan untuk tidak belajar, bahwa ada seseorang dgn usia dua kali lipat, yang tetap memiliki semangat dan tidak pernah berhenti belajar.

Never Stop Learning.