Why Can’t We Get Job Overseas Easily?

March 27, 2006

Semua ini bermula dari keinginan gue buat pindah kerja dari Middle East setahun lalu. Target: Silicon Valey - US atau UK. Kenapa US? Karena Silicon Valley, kawasan dgn radius sekitar 30 mil dari San Jose, gue percaya masih menjadi pusat riset IT dunia. Kenapa UK? Karena masalah bahasa. As simple as that.

Setelah konsultasi dgn beberapa teman, termasuk boss gue yg dulunya pernah kerja di SV, gue mulai proses ini dgn memperbaiki resume. Versi resume yg lama, yg gue anggap 1.0, terus menerus gue perbaiki sampai ke versi 2.8 yg sekarang.

Boss gue pernah bilang: “you have few seconds chance for someone to read your resume, so make sure you can catch his attention”.
The first impression is the last impression.
The first page of your resume is the last page.

Selama setahun gue mencoba buat memasarkan diri melalui berbagai cara: lewat teman yg bekerja di US/UK, monster.com, dice.com, lewat kenalan boss gue, lewat customer gue yg punya kenalan di US/UK dst. Berbagai proses interview gue lalui, dan sampai sekarang jumlah terbanyak tawaran justru datang dari.. Middle East lagi! Apakah dari negara yg sama, UAE, atau dari negara tetangga seperti Saudi dan Qatar.
Padahal agen pencari kerja yg menghubungi gue rata-rata berkantor di UK.

Karena gue memang sudah niat mau pindah dari sini, biasanya proses interview tsb gue berhentikan di tengah jalan. Apalagi buat tawaran yg datang dari Dubai atau UAE. Berdasarkan aturan keimmigrasian di sini, kalo gue berhenti kerja maka kemungkinan besar gue harus keluar dari negara ini untuk jangka waktu 6 bulan sampai setahun.
So I don’t even think to move to another company in this country.

Gue sempet terima banyak telepon dari UK ketika gue baru pertama kali pasang resume di monster.co.uk. Cuma semuanya selalu berhenti gara-gara gue gak punya work permit utk kerja di UK. Dari US, gue cuman terima beberapa email, dan sempet dapet telepon dari company impian gue. Gue masih menunggu akan proses beikutnya tapi dari 45 menit percakapan di telepon itu sudah mengubah cara berpikir gue. Read it here.

Dari pengalaman gue mencari kerja tsb, dan hingga sekarang tetep belum berhasil, gue merumuskan beberapa alasan why I can’t get a job in US or UK easily.

1. Visa

Menurut gue visa itu hambatan utama buat kerja.
Dari yg gue baca, visa kerja buat US yg disebut H1B setiap tahun ada kuota dan aplikasi hanya bisa di submit di periode tertentu. Sedangkan buat UK gue gak tau ada quota apa enggak tapi ada batas waktu buat submit aplikasi juga.
Nah company mungkin punya policy untuk hiring dgn urutan prioritas sbg berikut:
- calon employee adalah citizen di negara tsb
- calon employee sedang berada di negara tsb dan sudah memiliki work permit
- calon employee sudah memilik work permit, walaupun berada di luar negara
- calon employee yg tidak memiliki work permit, tapi berada di negara yg deket (misal, job di UK dan pelamar dari Uni Eropa)
- Lain-lain

Pertanyaan utama: kenapa company di US atau UK mau repot-repot buat melakukan phone interview dan kemudian mensponsorin visa kita yg tinggal jauh di negara antah berantah, yg berarti kita masuk ke kategori lain-lain?
Karena kita lebih murah, mungkin. Atau karena kualifikasi kita outstanding, ini bakal gue bahas di poin berikutnya.
Apapun alasannya ini berarti kita harus bisa meyakinkan company bahwa it’s worth buat sponsorin Visa kita.
Bahkan harus bisa meyakinkan bahwa it’s worth buat menelpon kita!

Tentunya ada cara lain buat masuk ke negara tertentu tanpa di sponsorin suatu company. Green card lottery, misalnya, meskipun gue belum pernah menang undian seumur hidup jadi gue gak pernah percaya undian :)
Atau program Highly Skilled Migration Program (HSMP) untuk UK. Atau program sejenis buat Australia, New Zealand dan Canada.
Untuk yg HSMP ini kemungkinan besar akan gue coba jika hingga akhir tahun ini gue tetep tidak berhasil pindah kerja.

2. Kualifikasi

Untuk masalah kualifikasi, gue cuma nulis di sini yg berhubungan dgn bidang gue yaitu Networking.
Nah di bidang Networking, gue membagi tipe engineer menjadi 4:
- engineer yg bisa men setup network devices
- engineer yg bisa men troubleshoot
- engineer yg bisa men design atau memberikan solusi
- engineer yg mengerti betul ttg protokol dan bagaimana proses internal di network devices bekerja

Secara umum, golongan engineer terbanyak ya no.1 dan 2. Kalo cuman bisa masuk ke tipe no.1 sepertinya sulit ya buat dapet kerjaan overseas, bahkan buat dapet kerjaan di negara sendiri!
Masalahnya, kalo cuman buat men setup devices, apalagi untuk jaringan kecil, kadang-kadang bener-bener no-brainer. Gak perlu mikir, wong tinggal copy paste contoh konfigurasi dari website Cisco misalnya, paling dgn sedikit modifikasi.
Tipe no.2 sudah lebih baik, karena untuk bisa troubleshoot biasanya kita harus mengerti dulu bagaimana sistem itu bekerja. Pengalaman juga merupakan salah satu kunci untuk bisa menjadi troubleshooter yg baik.
Demikian juga dgn tipe no.3, karena memberikan solusi terutama mengintegrasikan suatu sistem dgn sistem lain hanya bisa dilakukan jika sudah mengerti bagaimana mereka bekerja, dan dalam hal ini experience really counts.
Golongan no.4, tentunya adalah tipe ideal buat networking guy.
Apalagi jika ingin bekerja di Silicon valey yg nota bene kebanyakan adalah pembuat produk. Kebanyakan job posting di sana ya kalo tidak ikut dalam perencanaan product, menjadi developer yg menulis code nya, atau menjadi pengetes produk sebelum diluncurkan ke pasaran.

Nah sebenernya nature dari kerjaan di perusahaan yg bukan pembuat product, gue ambil contoh system integrator atau Cisco partner, biasanya memang hanya membutuhkan skill di level 1 dan 2: untuk men setup dan me maintain jaringan. Mungkin kalo kita sudah berpengalaman maka kita bisa mencapai tahap 3 dgn menjadi konsultan.
Karena untuk menjual produk atau menjual solusi, jarang sekali dibutuhkan pengetahuan yg mendalam ttg bits and bytes, header suatu protokol dll. Untuk mendeliver suatu solusi network ke customer misalnya, pengalaman dan mengerti solusi yg best practice lebih utama ketimbang pengetahuan ttg OSPF LSA header misalnya. Tahu kapan menggunakan QOS tool tertentu di suatu jaringan lebih penting daripada tau apa yg sebenernya terjadi dgn paket-paket ketika melewati QOS tool tsb.
Jadi ini bukan mutlak salah kita kalo kita hanya bisa mencapai taraf nomer 1, 2 atau 3.
Ini sempet menggangu pikitan gue sampai akhirnya gue menciptakan 2-Law.

Lalu apa yg harus kita lakukan? Well, it’s a matter of preference.
Kita bisa saja menggunakan hal ini sebagai alasan dan tetap berargumen: ya iyalah gue gak mampu bersaing, soalnya kerjaan gue begini, atau company gue gak bagus, gak ada kesempatan buat berkembang.
Atau kita bisa bilang: kalo gue mau dapet kerjaan di luar negri, ya gue harus kerja lebih keras buat bersaing dgn orang-orang di sana. Kalo company di SV memang butuhnya skill yg no.4, ya gue harus belajar sendiri meskipun kerjaan gue yg sekarang gak butuh.
Distinguished from the others. Stand out from the crowd.

Kalo enggak ya bakal balik lagi ke pertanyaan utama: ngapain company capek-capek nelpon dan mensponsorin visa?

3. Marketing

Nah, meskipun kita udah punya skill bagus dan sampai bisa menang undian greencard misalnya, tetep saja kita harus bisa mempublikasikan diri. Lah, gimana company bisa tau kalo kita bagus, jika resume kita aja kagak dibaca sama sekali?
Jadi yg pasti resume harus bisa kebaca, apakah dgn cara yg gue bilang: first page is the last page, atau karena memang resume kita sampai ke perusahaan lewat referensi.
Kalo memang serius mau dapet kerja ya mulailah dgn pasang resume di mana-mana. Coba titip ke orang yg sudah bekerja duluan di company tersebut. Pasang resume kita online. Buat pasar Middle East dan UK sih selama ini monster.co.uk cukup menjanjikan. Terbukti dari jumlah phone interview yg gue terima dari ke-2 region tsb.
Kalo untuk US gue gak tau, mungkin dice.com kali ya. Kalo untuk US gue memang gak begitu optimis kalo apply online, karena masalah visa tsb.

Jadi satu hal yg pasti, dapet kerjaan itu akan jauh lebih mudah kalo resume kita di forward ke company lewat reference.
Temen gue malahan pernah bilang: Himawan, it’s not what you know that matters, it’s who you know.

Lebih bagus lagi kalo: we know someone inside the company and our qualification is outstanding! Apalagi udah punya visa juga hehehe

Tentunya semua hal yg gue bahas di atas tidak berlaku untuk semua negara. Untuk kawasan Middle East, misalnya, proses mendapatkan Visa dan interview jauh lebih mudah dari pada ke US. 4 tahun yg lalu gue langsung negosiasi gaji lewat telepon dgn company gue yg sekarang, tanpa proses interview atau referensi, hanya karena gue CCIE. Sekarang gue sudah memiliki double CCIE, kualifikasi di bidang Networking yg hanya dimiliki kurang dari 600 orang di dunia, dan ternyata belum cukup juga untuk menembus market US dan UK.

Jadi sepertinya butuh marketing dan referensi yg tepat buat mempublikasikan diri, pastikan pada saat phone interview kita bisa menonjolkan kualifikasi kita, dan keep finger crossed pada saat pemrosesan visa, mudah-mudahan di approved!

Kalo ada yg berpendapat lain atau tahu cara yg bisa memudahkan buat dapet kerja overseas, tolong kasih tau gue.

9 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://himawan.blogsome.com/2006/03/27/why-cant-we-get-job-overseas/trackback/

  1. udah coba kontak2x orang dari linkedin?

    Comment by enda — March 27, 2006 @ 11:09 am

  2. udah, nda, gue lupa nyebutin di sini, gue pernah juga dapet tawaran via linkedin, tapi dari.. Middle East lagi! damn, sptnya profile gue cocoknya sama arab kali ya heheh

    Comment by himawan — March 27, 2006 @ 12:43 pm

  3. Hi Himawan,
    I’m an avid reader of your blog inevitable and got motivated reading your stuff.But after March 3rd (I’m not an expert) have not seen any posting there.Just wondering if you are busy for adding another quill to your cap :-)
    Eagerly waiting for your next posting there in english as I’m not accustomed with the language you use here.
    Wish you all the best for your near future.

    Thanks and regards,
    Atanu

    Comment by Atanu — April 14, 2006 @ 8:55 am

  4. Hi Atanu,
    Thanks for reading my inevitable. I have been busy with all my options. Will update once I get some free time.
    Regards,

    Comment by himawan — April 16, 2006 @ 4:26 am

  5. Hima,

    If you really keen on working with Cisco US, let me know, I have a friends working there now. Just FYI, as you wrote, it is reaaaallly difficult to work in the US now, especially for Indonesian (u know what i mean :P ). I would say the best route is as u said, move to Canada, work there and see if you can move to US in few years.

    Comment by wisnu — April 24, 2006 @ 6:24 am

  6. Wisnu,
    Thanks for your info man.. I’m currently waiting for my H1b applications.. so for me now it’s time to keep my finger crossed :) Btw, one of my friend made the indo-svjobs @ yahoogroups and it has lots of useful information for US jobs

    Comment by himawan — April 24, 2006 @ 10:45 am

  7. Hi Himawan, salam kenal. menarik juga membaca pengalamanmu mendapatkan pekerjaan di overseas, aku mo nanya neh..mudah2an kamu bisa bantu…kebetulan tadi malam aku medapat telp dan diinterview oleh salah satu perusahaan di US yaitu DMJM Harris, aku apply untuk posisi Marine Offshore Structure Engineer. sepertinya mereka tertarik, dan nanya..kira2 aku butuh berapa lama buat ngedapatin visa, aku bilang 6 weeks notice period to get a visa after recieve contrack agreement. saat ini aku lagi nunggu draft contract agreementya….
    Kira2 apa lagi yang mesti aku persiapkan ini semua agar semuanya berjalan lancar..

    terimakasih
    semoga kita bisa ketemu di US

    Comment by Hananto — May 18, 2006 @ 5:50 am

  8. Hi Hananto, salam kenal juga. Sepertinya gue bukan orang yg tepat buat menjawab pertanyaan tsb. Lah gue sendiri masih menunggu keputusan ttg status H1b visa gue. Kalo mau tanya-tanya orang-orang indo di US, bisa coba ke kaskus http://www.kaskus.com/forumdisplay.php?f=76 atau ada milis indo-svjobs @ yahoogroups yg walaupun isinya kebanyakan orang-orang IT tapi mereka tahu tuh prosedur interview dan mendapatkan US visa. Good luck ya.

    Comment by himawan — May 19, 2006 @ 6:05 pm

  9. just want to sHare aj ne…
    FYI kaLo duLu ada ortu yg mau apply visa Us buat dateng ke Graduate anaknya, tp visa applicationnya ditoLak gara2 di passport stamp dr middle east buat umroh.. GiLa ga tuh embassy.. ga Fair bgt kan..

    Comment by RhoMA — February 8, 2007 @ 11:20 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>