Lulus!
January 26, 2006Alhamdulillah. Thanks God.
Sepertinya tidak ada kata-kata lain yg bisa gue ucapkan begitu baca di CCO kalo gue lulus ujian CCIE security lab yg gue ambil hari rabu kemaren. Dgn rasa masih tidak percaya gue langsung telpon Tamara Lovenaer, kordinator CCIE di Brussel dan dia mengkonfirmasi kalo gue lulus.
It’s over. Finally it’s really over.
Delapan bulan berkutat dgn 9 routers, 1 firewall, 1 IDS, 1 VPN concentrator, layer 3 switch, Tacacs/Radius dan Certificate Authority server. Tidur 4-5 jam sehari, ngelab rata-rata 6 jam tiap malam. Baca-baca buku dan CCO. Ngedengerin presentasi Networkers Online. Latihan dari berbagai workbook, sampe akhirnya mencapai taraf mampu bikin scenario sendiri.
Menurut Cisco per 1 Januari 2006 ada sekitar 700 orang di dunia yg lulus lebih dari 1 CCIE lab. Kurang dari 600 CCIE Security di dunia (Club of 600!). Cuma ada 400 orang di dunia yg punya CCIE Routing & Switching sekaligus Security. Gue orang Indonesia ke-2 setelah si Ardi yg udah lulus bulan Agustus lalu. Dan sepertinya gue orang pertama yg punya double CCIE di Middle East.
Does it make me feel good? Yeah, totally. For few hours.
Gue teriak-teriak sendiri di kamar hotel. Nangis terharu. Loncat-loncat di tempat tidur. Nelpon bini dan orang tua gue.
Setelah beberapa jam, satu pertanyaan mulai muncul: so what’s next?
Menurut Cisco gue sudah berhasil mencapai taraf ‘highly qualified’ di bidang Routing, Switching dan Security. Tapi gue tahu, it’s not true.
And it’s not enough. It will never be enough.
Kualifikasi gue masih jauh di bawah level expert. Meskipun E di CCIE adalah kepanjangan dari Expert. Dan gue sudah 2 kali dapet E dari Cisco.
Gue berambisi untuk mendalami MPLS dan QOS. Dan gue tahu di negara tempat gue kerja skrg sulit untuk mendapatkan pengalaman di kedua hal itu.
Tidak ada project yg cukup complicated.
Jadi yg bisa gue lakukan adalah: belajar CCIE lagi.
So CCIE service provider is next. It’s time to start new journey.
Tapi.. biarlah malam ini gue menikmati hasil perjuangan gue 8 bulan terakhir. Biarlah gue menikmati tidur tanpa memikirkan output debug IPSec atau overlapping NAT. Biarkanlah gue tidur lebih lama dari 6 jam malam ini.
Alhamdulillah. Thanks God.
And.. damn you, Cisco.

congrat bro!
kegagalan pertama, bener2 jadi pemicu.
salut…!
Comment by Eka — January 26, 2006 @ 7:29 pm
memang salut buat mas himawan …
Comment by Indra Zulardi — January 27, 2006 @ 4:12 am
Inspiring story,…
just reading ur story,,…:-)
Comment by Jabee — January 30, 2006 @ 8:37 am
Selamat atas kelulusannya!
Kalau boleh tau, dimana bisa dapatkan salary survey untuk UAE dan Middle East umumnya?
Comment by Yudi — February 2, 2006 @ 7:31 am
Selamat buat Pak Himawan
Smoga ilmu ya dipelajari bisa ditularkan ke yang lain dengan segera merilist buku tentang cisco indonesia. Gue akan selalu mengikuti perjalanan hidup Bapak via blog ini dan akan mengambil hikmah dr semangat tinggi yg tiada berhenti.
-dreamer
Comment by Aris — February 4, 2006 @ 3:43 pm
ya aku cuma bisa bilang aku iri banget sama kamu.
aku pernah ikut ccna tapi fail…
ya semoga saja Tuhan berikan aku jalan supaya bisa
jalani hidup ini dengan baik..
oke ya.. emang lu pikirin apa ya. y penting khan dirilu sendiri dan keluargalu dan gelarlu dan uang lu..
hehehe.. sori aku ga lulus mata pelajaran sandiwara dunia nih, udah gagal ujian payah ya!!
hehehe.. tinggal “seppuku” aja kali neh.
Comment by andre — July 11, 2006 @ 1:54 pm