Mission to Brussels - I
November 12, 2005I’m on a mission.
Sejak bulan Juni lalu gue sibuk mempersiapkan diri untuk ujian CCIE. CCIE adalah sertifikasi tertinggi dari Cisco Systems. Ujiannya berbentuk practice lab dan hanya bisa diambil di beberapa tempat. Gue lulus ujian CCIE 4 tahun lalu di Tokyo. Dan sekarang gue berniat untuk ujian CCIE gue yg ke-2, seperti temen gue Ardi yg lulus Agustus lalu. Cisco menyebut mereka yg lulus di 2 ujian CCIE atau lebih sebagai multiple CCIE. Orang-orang biasa menyebut mereka yg punya 2 CCIE sebagai dual CCIE. Gue menyebut mereka sbg member dari Club of 600.
CCIE termasuk sertifikasi tersulit di dunia karena bentuk ujiannya yg berupa lab dan seluruh tasks harus diselesaikan dalam waktu 8 jam. Untuk bisa lulus tidak ada cara lain selain practice, practice and practice. Cisco menyarankan untuk memiki pengalaman kerja 4-5 tahun dan 500-600 jam minimum latihan di lab.
Gue merasa siap dan mampu memenuhi persyaratan itu.
Seperti 4 tahun yg lalu, gue tidak punya social life sekarang.
Waktu gue paling banyak dihabiskan di lab. Jadual tidur gue cuma 4-5 jam sehari. Gue lebih sering duduk di depan console ketimbang bersama keluarga gue. Gue juga mencoba belajar di kantor 3-4 jam sehari, disetiap kesempatan yg ada: waktu makan siang, pagi-pagi sebelum banyak orang dateng, bahkan sampai di toilet. Di kantor gue tidak pernah ngobrol dgn orang lain kecuali ada perlu. Gue selalu terkoneksi ke lab di rumah dgn ssh. Di rumah gue terisolasi dgn tetangga apartemen sekitar. Tidak ada waktu buat yg lain. Bahkan untuk sekedar nge-junk di kampung gajah.
Dari segi persiapan non-teknis, semua hal yg dibutuhkan sudah gue dapatkan: Schengen Visa, tiket pesawat ke Brussels via Amsterdam, hotel booking, invitation letter dari Cisco Brussels, dan travel insurance. Proses mendapatkan semua itu termasuk rumit dan melelahkan, thanks god akhirnya semua beres.
Sekarang yg gue perlu fokuskan adalah practice, practice and practice.
26 hari lagi. 26 hari menuju Pegassus Park.

