Workshop di Indonesia, Maret 2012!

January 20, 2012

Alhamdulillah, baru 2 minggu setelah tulisan di blog dan berbagai milis tentang rencana workshop gratis di Indonesia, sudah ada beberapa orang baik secara individu maupun dari perusahaan dan berbagai universitas yg mendukung diadakannya workshop gratis bulan Maret 2012 di Jakarta/Bandung.

Berdasarkan jadwal presentasi Cisco Live, saya akan terbang dari Melbourne ke Singapore tgl 24 Maret utk kemudian mampir di Indonesia dan cuti selama beberapa hari utk melakukan workshop ini. Agar menjangkau baik para mahasiswa dan professional, rencananya akan ada 5 workshop selama 3 hari berturut-turut

- Senin, 26 Maret, pagi dan sore, lokasi di 2 universitas di Bandung. Target audience tentunya mahasiswa.
- Selasa, 27 Maret, pagi dan sore, lokasi di 2 universitas di Jakarta. Target audience diutamakan mahasiswa.
- Rabu, 28 Maret, lokasi di tengah kota Jakarta, kita akan mengadakan workshop selama 6 jam!
Target untuk para professional, kita sedang mengusahakan tempat yg bisa menampung 200+ orang.

Tema nya nanti akan disesuaikan sesuai target audience, bisa dari salah satu berikut. Untuk professional kita akan coba bahas semuanya:

- case study ttg NGN design dan implementasi teknologi di salah satu SP/telco customer
- case study ttg converged core project di salah satu SP/telco customer
- sharing experience dan tips berkompetisi di pasar global, dan pembahasan program sertifikasi

Walau masih di tahap awal, sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yg sudah mengajukan diri untuk membantu acara workshop ini.

Khusus untuk para professional, silahkan mendaftar dgn menggunakan link berikut:
https://cisco.webex.com/ciscosales/j.php?ED=184342532&RG=1&UID=1703389477&RT=MiMzNg%3D%3D

Mohon mendaftar HANYA jika anda memang bersedia untuk datang, dan anda adalah PROFESSIONAL (bukan mahasiswa). Dan mohon isi data-data dgn benar.

Mohon ingat acara tgl 28 Maret ini BUKAN virtual meeting di WebEx (walau pendaftarannya pakai website nya WebEx), tapi ketemu langsung alias kopi darat. Acara akan seharian, dan nanti ada pembicara lain yg akan mengisi juga. Jadi buat yg bekerja sudah mulai bisa mengajukan cuti dari sekarang, yg di luar Jakarta sudah mulai bisa nyari-nyari cara buat bisa datang.

Semoga kita semua akan bisa mendapat manfaat dari acara ini. Mohon dukungannya.

Target 2012, Untuk Indonesia

December 31, 2011

Tahun akan berganti hanya dalam hitungan jam. Walau kita selalu dianjurkan untuk hidup di hari ini dan melihat ke masa depan, tidak ada salahnya untuk melakukan review dari apa yg sudah dilakukan setahun kemarin. Sebuah proses pembelajaran, untuk bisa menjadi lebih baik, dan menjadi bahan pertimbangan dalam membuat target di tahun mendatang. Paling tidak ini yg gue lakukan.

Sekilas Kegiatan Tahun 2011

Gue percaya bahwa semua orang bisa ikut membantu membangun bangsa dgn kemampuannya masing-masing. Tidak semua orang harus menjadi politisi atau bekerja di lembaga pemerintah untuk membangun negara. Profesional yg memiliki skill dan pengalaman yg unik bisa ikut membantu dgn cara mengajarkan ilmu dan membagi cerita pengalamannya. Bisa jadi hal tersebut bermanfaat buat orang lain.

Di awal tahun 2011 gue mendirikan komunitas Project Avatar yg bertujuan untuk mempertemukan para profesional dari berbagai negara dgn profesional dan mahasiswa dari Indonesia. Menggunakan platfrom social network, diharapkan para profesional yg sudah berpengalaman mau membantu para profesional lain dan mahasiswa baik dari segi ilmu maupun tips and trick dalam bekerja dan memasarkan diri di dunia pekerjaan global. Satu hal yg gue pelajari dari Project Avatar adalah suatu komunitas itu membutuhkan motor-motor penggerak untuk tetap bisa berlangsung.

Di tahun 2011 gue juga beberapa kali mengadakan virtual meeting dgn menggunakan Cisco WebEx. Dimulai dgn diskusi tentang program sertifikasi dan berbagi cara untuk bisa lulus ujian Cisco Certified Internetwork Expert (CCIE), sampai cerita tentang tantangan dan kesulitan yg gue hadapi di beberapa project di berbagai negara. Harapan gue ada hal-hal yg bisa dipelajari dan diambil hikmahnya dari cerita tersebut. Walau dikarenakan sensitivitas dari informasi di project, karena customer tempat project dikerjakan masih menjadi customer Cisco Systems tempat gue bekerja, gue merasa perlu ada format dan cara yg lebih tepat dalam menyampaikan cerita-cerita itu.

Di akhir tahun gue berkesempatan untuk menemani pengarang buku Balada Si Roy dan pendiri komunitas Rumah Dunia, Gol A Gong, selama 2 hari di Dubai. Kang Gong selain mengajak anak-anak untuk membaca dan berlatih menulis di Rumah Dunia, juga kerap kali mengadakan acara pelatihan literasi di berbagai tempat termasuk untuk para nakerwan (tenaga kerja wanita) di luar negri. Beliau melakukan semua perjalanan dari ketika muda sampai sekarang, dan membagikan ilmu di mana-mana dgn penuh semangat, walau memiliki cacat di lengan kiri sejak kecil. Hal ini membuat gue semakin percaya kita semua bisa ambil bagian dalam membangun Indonesia, dgn caranya masing-masing.

Project Avatar, Buku, dan WebEx 2012

Di tahun 2012 gue akan berusaha sekuat tenaga untuk melanjutkan Project Avatar. Sebenarnya komunitas terbuka ini bukannya tidak mempunyai masalah. Di pertengahan bulan Desember domain projectavatar.net sempat tidak bisa diakses selama lebih dari 2 minggu karena kurangnya dana untuk membiayai sewa server hosting. Bahkan ada suatu titik dimana gue berpikiran untuk tidak melanjutkan sewa hosting saja, biarlah ide komunitas profesional ini mati karena banyaknya kendala. Namun karena banyaknya email yg masuk yg menyatakan bahwa platfrom ini masih dibutuhkan, maka gue memutuskan untuk meneruskan walau sekarang harus mencari jalan keluar untuk masalah pendanaan.

Ke depannya gue juga akan meminta beberapa rekan di komunitas untuk menjadi lebih aktif dan berperan dalam mengelola situs. Selain mencari motor-motor penggerak baru, gue juga akan melanjutkan ide Project Avatar’s Challenge dgn membuat pseudo project atau simulasi dari sebuah project dgn berbagai tema.

Pertemuan gue dgn kang Gol A Gong juga mengembalikan hasrat dan keinginan untuk menulis buku. Karena keterbatasan waktu, gue pikir gue akan memulai menulis buku dalam bahasa Indonesia yg berupa sharing pengalaman dan cerita-cerita non-teknis tentang profesional yg berkompetisi di dunia global. Sedangkan untuk pembahasan teknis akan lebih berupa presentasi dan diskusi yg akan dilakukan melalui media WebEx maupun workshop langsung.

Gue akan melanjutkan sesi terbuka WebEx dgn topik yg akan lebih mengarah ke hal teknis di dunia jaringan komputer, misalnya ttg iP NGN atau Carrier Ethernet, baik dari sisi design maupun implentasi, berdasarkan pengalaman mengerjakan project di berbagai negara. Walau gue ingin membuat sesi WebEx ini untuk semua orang dan dalam bahasa Inggris, namun untuk tahun 2012 gue akan memprioritaskan sesi ekslusif hanya untuk orang Indonesia, dan dalam bahasa Indonesia.

Workshop di Indonesia 2012

Insha Allah, jika semuanya lancar gue akan menjadi pembicara di Cisco Live yg akan diselenggarakan pada bulan Maret 2012 di Melbourne, Australia. Gue melihat hal ini merupakan kesempatan untuk transit di Jakarta selama beberapa hari, untuk bertemu rekan-rekan dan mengadakan workshop gratis!

Virtual meeting dgn menggunakan tool Cisco WebEx memang sudah sangat mudah dan nyaman. Namun gue percaya masih belum ada teknologi yg bisa menggantikan pertemuan langsung, jabat tangan, dan diskusi imtetaktif di dalam ruangan yg bisa menambah erat hubungan antar sesama manusia.

Materi workshop yg ada di kepala gue akan membahas 3 tema berikut, yg bisa dilakukan dalam 1 hari dgn maksimum 2-3 jam per tema:

- bagaimana cara berkompetisi di dunia global, termasuk pembahasan program sertifikasi
- cerita tentang salah satu project yg gue kerjakan, dgn penjelasan teknis dan non teknis
- presentasi tentang design dan implementasi jaringan komputer misal tentang NGN, IPv6, Carrier Ethernet, SP Mobile Core, dan lain-lain

Target peserta workshop adalah para profesional dan juga mahasiswa yg tertarik dgn 3 tema di atas, dgn harapan bisa memberikan wawasan tentang dunia kerja global yg sebenarnya, beserta tambahan ilmu dari pembahasan teknis di jaringan komputer.

Untuk masalah pendanaan dan lokasi, nanti gue akan mencoba mencari sponsor. Jika tidak berhasilpun gue akan mencoba mencari solusi. Jika ada yg membaca tulisan ini dan berniat menjadi sponsor atau memberikan tempat, silahkan hubungi gue lewat email ke hnugroho@gmail.com.

Selain rencana workshop di bulan Maret ini, gue juga tertarik untuk mengadakan di waktu-waktu lainnya jika ada permintaan. Bahkan gue bersedia mengambil cuti singkat dan terbang dari Dubai ke indonesia jika waktunya tepat. Dan kalau ada institusi pendidikan yg tertarik mengundang untuk membuat semacam kuliah umum untuk mahasiswanya, dgn tema seperti yg gue sebutkan di atas, gue dgn senang hati akan mencoba menfasilitasi.

Tentunya, semua rencana di atas akan gue coba lakukan tanpa mengesampingkan keluarga, kegiatan ibadah, kerjaan, kehidupan sosial dan juga hobi pribadi seperti snowboarding, desert offroading dan photography.

Ini target tahun 2012 gue untuk Indonesia. Mudah-mudahan dilancarkan.

Dubai, 31 Desember 2011.

Himawan Nugroho

Blog Hidup Lagi

Setelah mempertimbangkan sekian lama akhirnya gue memutuskan untuk menghidupkan kembali blog ini. Namun blog ini tidak akan berupa terjemahan dari tulisan gue dalam bahasa Inggris di blog yg lain, himawan.nu. Nantinya blog dalam bahasa Indonesia ini akan membahas hal-hal yg spesifik ingin gue sampaikan ke rekan-rekan di Indonesia, sedangkan blog yg lain akan tetap memuat tulisan yg ditujukan ke masyarakat global.

Ramadan Kareem. Dan Akhir Dari Blog

August 1, 2011

Pertama, Ramadan Kareem.
Selamat menjalankan puasa bagi yg melaksanakan.

Kedua, akhir-akhir ini banyak spammer yg meninggalkan comment dan harus dihapus satu-satu. Kelihatannya anti-spammer blogsome tidak terlalu bagus. Untuk itu fitur comment gue disable.

Ketiga, walau gue ingin berbagi ilmu dgn rekan-rekan dari Indonesia menggunakan bahasa Indonesia di blog ini, gue juga mendukung agar rekan-rekan mau berlatih menggunakan bahasa Inggris baik dalam menulis ide maupun membaca referensi. Untuk itu gue memutuskan untuk berhenti menulis di blog ini dan fokus ke Project Avatar dan di blog yg lain yg menggunakan domain baru http://himawan.nu.

Daftar komplit Internet presence gue ada di about.me/himawan.

Ini adalah akhir dari blog.

Paling tidak untuk saat ini.

CCIE @ Mobile Lab, Lagi?

July 31, 2011

Hi all,

Ini adalah daftar nama dari 8 x CCIE Indonesia baru kita yg lulus ujian CCIE Mobile lab di Jakarta minggu lalu. Total yg ujian lab ada 27 orang (dari Indonesia ada 21 orang, 4 orang dari India dan 2 orang dari Singapore juga yg ambil lab exam):

1. Victor Lapian
2. Dedi Gunawan
3. Samrony Fauzi
4. Rofik Alfajar (Cisco - Advanced Service)
5. Prima Even Ramadhan
6. Heru Kismanto
7. Arie Prawiro
8. Leon Suminta

Selamat buat semuanya. Dari gue pribadi. Dan juga dari Cisco Indonesia.

Saatnya mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Banyak yg kirim email ke gue ingin jadi CCIE, ingin tahu rasanya ngerjain project di luar negri dan traveling ke berbagai negara, ingin bisa join Cisco dan lain-lain.

Ini kesempatanmu.
Semua kisah perjalanan gue di mulai dari CCIE.

Jadi berhenti bermimpi. Mulai bikin rencana dan kerja keras lah untuk lulus CCIE. Apalagi ujiannya bisa diambil di Jakarta.

Kalau banyak rekan-rekan Indonesia yg berminat, Insha Allah gue akan bekerja sama lagi dgn Arthur dari Cisco Indonesia untuk mengirimkan request ke group CCIE buat mengadakan ujian lagi di Jakarta.

Kemungkinan kita bisa mengadakan bulan Oktober ini. Butuh komitmen dari 15 orang minimum.

Bagaimana, siap menggapai mimpimu?

Wawancara komplit Project Avatar @ Swa

June 27, 2011

(Berikut adalah wawancara dgn majalah Swa versi komplit. Saya tampilkan di sini karena mungkin bisa bermanfaat buat rekan-rekan profesional lain dan para mahasiswa Indonesia)

1. Bagaimana perjalanan karir Mas Himawan?

Saya lulus kuliah di saat mantan presiden Suharto baru turun dari kekuasaan, sehingga kondisi ekonomi sedang tidak stabil dan situasi yang tidak menentu akhirnya membuat saya tidak menemukan pekerjaan sebagai sarjana Teknik Mesin ITB. Setelah beberapa bulan gagal mendapat pekerjaan akhirnya saya memutuskan untuk berpindah profesi sebagai profesional IT. Karena di bidang IT yang diperlukan adalah keahlian praktis dan juga sertifikasi profesional bukan gelar sarjana, maka saya memutuskan untuk mengambil program sertifikasi internasional dari Cisco Systems, perusahan jaringan komputer nomer satu di dunia. Dengan bermodalkan sertifikasi walau hanya di level pemula saya berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan minyak Schlumberger sebagai IT support engineer untuk jaringan komputer perusahaan se Asia Pacific.

Selama di Schlumberger walau sudah berkeluarga saya sering tidur di kantor (bahkan tidak pernah kos lagi benar-benar tinggal di kantor) untuk belajar program sertifikasi Cisco Systems untuk level yang lebih advance, tanpa mengikuti program traning sama sekali hanya baca buku dan mempraktekannya di lab perusahaan. Setiap 2 minggu sekali saya pulang ke Bandung untuk bertemu keluarga, begitu terus hingga sekitar 9 bulan. Kurang dari setahun di sana saya pindah ke IBM Global Services di Jakarta sebagai consultant. IBM menawarkan untuk membiayai ujian sertifikasi Cisco Certified Internetwork Expert (CCIE) di Eropa selain tawaran gaji yang beberapa kali lipat.

CCIE adalah program sertifikasi paling tinggi dari Cisco dan disebut sebagai ujian sertifikasi profesional tersulit di dunia karena ujiannya praktek di lab selama 2 hari dan hanya ada di beberapa negara tertentu. Tahun 2000-an itu jumlah orang yang memiliki sertifikasi CCIE di seluruh dunia hanya kurang dari 7000 dan di Indonesia hanya belasan orang, sehingga orang yang memilikinya atau yang sedang berusaha mendapatkannya menjadi profesional yang palng dicari oleh berbagai perusahaan. Akhirnya saya lulus CCIE di Jepang (ujian yang ke-2, ujian pertama di Belgia tidak lulus kurang 5 poin) dan 6 bulan kemudian di awal 2002 saya pindah ke Dubai untuk bekerja di perusahaan partner dari Cisco. Selama di perusahaan partner tersebut saya lulus CCIE di bidang yang berbeda dengan menggunakan biaya sendiri.

Setelah beberapa tahun melamar akhirnya bulan Nopember 2006 saya diterima bekerja langsung di Cisco Systems berbasis di Singapore, mengerjakan proyek konsultasi untuk customer di Asia Pacific. Setahun di Cisco saya lulus ujian CCIE di bidang yang lain lagi, yang membuat saya memiliki CCIE di tiga bidang yang berbeda (Routing, Security, Service Provider) yang biasa disebut Triple CCIE. Waktu itu hanya ada sekitar 300 orang di dunia yang memiliki CCIE di 3 bidang seperti ini. Setelah 2 tahun selalu traveling dan tinggal dari hotel ke hotel (keluarga tetap di Bandung, dan setiap selesai proyek saya pulang ke Bandung walau tercatat sebagai pegawai Cisco Singapore) akhirnya saya bergabung dengan team senior consultant dan solution architect di Cisco untuk mengerjakan proyek Next Generation Networks (NGN) di kawasan Eropa, Timur Tengah, Afrika, sampai ke Amerika Tengah dan Latin. Saya dan keluarga pindah dan tinggal kembali ke Dubai dari akhir tahun 2008 sampai sekarang.

2. Apa yang mendorong Mas Himawan untuk mendirikan Project Avatar?

Saya pernah menjadi mahasiswa yang kurang mendapat informasi tentang dunia kerja kecuali jika ada acara temu alumni yang juga jarang, sehingga saya tidak mempersiapkan diri waktu itu. Saya juga pernah merasakan menjadi alumni yang lulus dari perguruan tinggi ternama di Indonesia tapi tidak bisa mendapat kerja karena masalah IPK yang biasa-biasa dan tidak memiliki hal lain yang bisa ditawarkan ke perusahaan. Saya pernah menjadi profesional yang ingin sekali bekerja ke luar negri tapi tidak tahu caranya. Dari pengalaman tersebut saya melihat masalahnya adalah kebiasaan berbagi ilmu dan pengalaman yang belum menjadi budaya kita.

Project Avatar didirikan sebagai komunitas terbuka untuk para profesional dan mahasiswa sehingga mereka bisa saling tolong-menolong untuk mencapai target berkompetisi di dunia pekerjaan global. Profesional yang berpengalaman bisa membagi pengetahuannya ke profesional yang lebih muda. Dengan melakukan itu dia menunjukkan kemampuan dalam mentoring dan kepemimpinan ke seluruh dunia. Profesional bisa membagi pengalamannya ke para mahasiswa sehingga mereka setidaknya bisa mengetahui bagaimana sebenarnya pekerjaan di dunia nyata. Dan dengan melakukan itu si profesional akan menjadi profesional yang lebih baik. Setiap kali seseorang membagi pengetahuannya maka pengetahuannya juga akan semakin bertambah. Setiap kali seseorang memberikan hadiah gratis ke beberapa orang maka mereka akan melakukan hal yang sama ke beberapa orang lainnya. Lalu kita memiliki budaya dalam memberi hadiah. Mahasiswa suatu hari nanti akan menjadi profesional juga dan akan melanjutkan rantai kebudayaan berbagi pengetahuan ini.

3. Bagaimana prosesnya? Berapa lama prosesnya sejak perencanaan hingga beroperasi?

Sebetulnya ide ini sudah lama ada di kepala. Beberapa tahun yang lalu saya mencoba membuat komunitas “Kampung Internet” di Bandung di mana saya membuat loteng rumah saya menjadi tempat terbuka buat orang yang mau belajar dengan fasilitas komputer dan Internet gratis. Komunitas tersebut sempat berjalan beberapa bulan dan menarik para karang taruna di sekitar rumah, bahkan kita sempat mengundang pembicara untuk mengajari cara membuat toko online. Sayangnya ide ini tidak bisa dipertahankan karena saya tidak lagi berada di Bandung dari tidak ada yang bisa menjadi pemandu.

Berbekal pengalaman itu saya merasa jika ingin mewujudkan komunitas seperti ini saya harus melakukannya dengan media online sehingga saya bisa terus terlibat. Setelah 6 bulan berdiskusi dengan beberapa teman dekat untuk mematangkan konsep, dan juga trial-and-error mencoba teknologi yang ada akhirnya di suatu malam di awal bulan Mei kemarin saya mengoperasikan domain projectavatar.net menggunakan platform social networking. Tadinya tujuan saya hanya sebagai proof-of-concept, dan saya mengirimkan ide komunitas ini ke beberapa milis sekitar jam 3 pagi. Ternyata ketika saya bangun siangnya sudah lebih 100 orang yang mendaftar dan mulai menggunakan platform ini. Walau ide dan fiturnya belum matang, saya memutuskan untuk melanjutkan saja dengan prinsip “ship - fix - ship - fix” jadi sekarang komunitas kita masih terus dikembangkan langsung dari feedback anggota komunitas yang menggunakannya.

4. Berapakah modal yang dikeluarkan untuk mendirikan Project Avatar?

Saya mungkin termasuk ‘bootstraper’, orang yang punya ide tapi tidak punya dana :) Di awal-awal beroperasi saya menggunakan kartu kredit pribadi buat membiayai semuanya. Setelah berjalan ada beberapa teman yang membantu termasuk dalam masalah finansial. Semua teman yang terlibat tidak mendapat bayaran, dan kita menyebut Project Avatar ini sebagai Project Akhirat. Sampai sekarang seluruh pengeluaran masih di bawah USD 5000 dan biaya termahal tentunya dari segi infrastruktur seperti sewa server yang sudah kita bayar sampai beberapa bulan ke depan.

5. Apa tantangan dan kendala yang Mas Himawan hadapi dalam pengembangan Project Avatar? Bagaimana mengatasinya?

Tantangan utama buat saya maupun teman-teman yang lain adalah karena kita masih harus bekerja buat perusahaan masing-masing di siang hari. Saya pribadi bahkan masih suka traveling mengerjakan proyek di kawasan yang di cover oleh team di Cisco. Untuk mengatasinya sampai sekarang ya dengan cara mengembangkan Project Avatar di waktu malam dan mengurangi waktu tidur, seperti halnya sekarang saat saya menjawab pertanyaan dari Swa :)

6. Apa yang membuat Project Avatar berbeda dari situs jejaring sosial lainnya? Mohon dijelaskan.

Social network yang ada seperti Facebook digunakan untuk hal-hal pribadi dan berhubungan dgn orang-orang dekat, bukan untuk profesional. Sulit untuk mencampur profesionalisme dengan permainan poker atau peternakan virtual. Selain itu tidak ada yang ditawarkan sehingga saya kadang merasa waktu yang dihabiskan di Facebook bisa dimanfaatkan buat hal lain. Profesional network seperti LinkedIn bisa memberikan koneksi. Tapi hanya itu.

Project Avatar menggunakan konsep mentoring dimana setiap orang yang ingin menjadi mentor bisa menggunakan fitur yang ada untuk berbagi ilmu dan pengalaman, tidak hanya dengan cara membentuk group, meng upload video, menulis blog, bertanya dan menjawab pertanyaan, membuat polling, dan berbagi dokumen, tapi juga dengan mengadakan web seminar atau berdiskusi di virtual whiteboard. Dan ada program Project Avatar Challenge dimana anggota komunitas bisa melakukan satu simulasi proyek, dipimpin oleh salah satu profesional sebagai project leader dan menggunakan tool kolaborasi project yang biasa digunakan di dunia kerja, untuk menghasilkan produk yang nyata seperti ebook yang akan dipublikasikan di Internet. Hal-hal tersebut menawarkan 4 konsep yang kita usung: belajar (learn), mengalami (experience), terkoneksi (connect), dan menjual profil (pitch). Moto kita adalah: sampaikan, walau hanya sepatah kata (convey, even if it’s only a single word).

Project Avatar juga memiliki sistem poin dimana setiap aktifitas anggota mendapat poin, sehingga bisa terlihat anggota mana yang aktif dari jumlah poinnya. Anggota yang aktif tersebut bisa dengan mudah menunjukkan hal-hal apa yang sudah dia lakukan di komunitas dan ini merupakan hal yang penting bagi profesional maupun mahasiswa untuk memiliki nilai tambah ketika melamar pekerjaan, misalnya.

Pengarahan dari para profesional yang sudah berpengalaman untuk profesional yang lain maupun mahasiswa menggunakan cara-cara dan fitur seperti di atas tersebut membedakan kita dengan situs yang lain.

7. Untuk ke depannya, apa saja target yang masih ingin dicapai, baik dalam pengembangan Project Avatar, maupun pekerjaan dan target dalam hidup?

Kedepannya saya berharap makin banyak profesional yang bergabung di Project Avatar yang mau aktif membagi ide-ide, pengetahuan dan pengalamannya sehingga makin banyak profesional lain dan mahasiswa yang bisa mendapat manfaat. Dalam 30 hari pertama tanpa menggunakan promosi hanya mengandalkan word-of-mouth sudah ada lebih 1000 anggota dari berbagai belahan penjuru dunia (tercatat ada lebih dari 100 negara), dan hanya sekitar 60 persen adalah orang Indonesia. Itu sebabnya bahasa di situs adalah bahasa Inggris. Dan ini sangat mendukung target kita karena para profesional dan mahasiswa Indonesia menjadi terkoneksi dan terbiasa berdiskusi dengan profesional dari negara lain menggunakan bahasa Inggris.

Situs kita bisa diakses isinya tanpa perlu mendaftar, karena tujuan kita adalah berbagi informasi. Dengan mendaftar anggota bisa ikut berpartisipasi aktif di semua kegiatan.

Kalo target dalam pekerjaan, saya kira saya mengikuti prinsip Tony Hsieh CEO Zappos di mana ketika kita memulai kerja kita mencari keuntungan finansial (profit), kemudian di tahap berikutnya melakukan apa yang kita sukai (passion), dan terakhir adalah mencoba mencapai tujuan hidup yang lebih tinggi (higher purpose, bigger than myself). Saya ingin hidup saya bisa bermanfaat buat orang lain, dan bisa manjadikannya contoh buat anak-anak saya sebagai bekal hidup mereka di masa depan.

8. Apakah Mas Himawan masih memiliki mimpi atau cita-cita atau target pribadi yang belum tercapai dan masih ingin diwujudkan?

Mimpi saya untuk melihat orang Indonesia memegang posisi strategis di berbagai penjuru dunia, dan saya merasa sekarang ini sudah mulai terjadi. Saya juga bermimpi untuk melihat Indonesia dikenal sebagai bangsa orang pintar di pasar internasional seperti halnya bagaimana dunia melihat India dan Cina sekarang. Setelah itu apakah kita bisa memanfaatkannya sebagai keuntungan untuk memberi kesejahteraan buat bangsa kita merupakan pilihan dari kita sendiri.

Kalau target pribadi sebenarnya sederhana: menjadi bapak dan suami yang baik, mendalami agama dan bisa memberi manfaat buat orang lain. Apa yang saya kerjakan sekarang berdasarkan ketiga hal tersebut. Project Avatar adalah merupakan perwujudan ide pertama saya dalam mencoba memberi manfaat. Masih ada beberapa ide di kepala yang Insha Allah akan saya wujudkan dalam waktu dekat.

Silahkan klik di sini untuk wawancara versi singkat di majalah Swa.

Project Avatar @ Majalah Swa

June 26, 2011

Project Avatar’s Challenge!

June 10, 2011

Project Avatar meluncurkan Project Avatar’s Challenge (PAC) hari ini. PAC adalah kolaborasi mengerjakan project, dipimpin oleh profesional yg mencetuskan ide, dengan menggunakan tool project management, untuk menghasilkan produk yg nyata. Silahkan liat diskusi di PAC group untuk informasi lebih lanjut.

Untuk project PAC pertama yg sekaligus merupakan pilot, gue akan memimpin pembuatan buku elektronik (e-book) dari CCIE’s Diary. Selama ini gue berbagi tips untuk cara menjadi CCIE di diskusi group CCIE’s Diary, dan e-book ini akan berdasarkan tips-tips harian yg ada di sana.

Project ini terbuka buat siapa saja yg berminat. Ini merupakan cara Project Avatar memberikan pengalaman dan:

- kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan produk yg bermanfaat
- kesempatan untuk belajar dari profesional yg lebih berpengalaman
- kesempatan untuk bekerja dgn orang yg memiliki budaya berbeda dari negara berbeda
- untuk mendapat exposure karena produk ini setelah jadi akan dikirimkan ke seluruh dunia melalui Internet
- bisa menggunakan project ini sbg referensi di profil atau resume (setiap anggota yg aktif terlibat namanya akan dicantumkan sbg ‘Contributor’)
- dan akan mendapat poin di Project Avatar

Summary dari project CCIE’s Diary e-book ada di bawah.

Catatan: PAC project berikutnya tidak mesti tentang CCIE, ataupun tentang Cisco, ataupun tentang jaringan. Bisa berupa membuat produk apa saja, tergantung dari pencetus ide dan apakah mendapat dukungan dari anggota yg lain untuk membantu mewujudkannya.

Project objective: to build electronic book of CCIE’s Diary

Scope of work (main tasks):
- finalize the content
- design the cover and illustration in the book
- find url references and create side story
- create supporting items like ToC and index
- test the book

Estimated duration of the project: 30 days

Breakdown timeline:
- 20 days to finalize the content
- 10 days for design and illustration (parallel with content)
- 10 days to find url and side story (parallel with content)
- 5 days to create supporting items
- 2 days to test the book
- 3 days to clean up and finalize the book

Specific resources required:
- at least 1 CCIE, or 1 member who has taken a lab attempt
- at least 1 member who can design book cover
- at least 1 member with strong English writing skill
- any members can test the book or submit their side story, even they don’t want to get involved directly

Additional information:
- anyone participate actively finalizing the content will be mentioned as the “Contributors” of the book
- any design and illustration in the book will have the creator’s name
- any side story will have the name of the one who submits it

Please join the project now!

Lebih Dari Sekedar Nge-blog

June 9, 2011

Gue selalu mencoba untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain. Sudah sekitar 6 tahun gue melakukan itu dengan cara nge-blog. Gue merasa ingin melakukan sesuatu yg lebih dari sekedar nge-blog, sehingga bulan lalu gue membuat platform Project Avatar yg memiliki lebih banyak fitur.

Berikut ada fitur-fitur yg sekarang tersedia di Project Avatar. Mudah-mudahan bisa memancing para professional untuk berbagi ide dan pengalamannya lebih sering agar bisa tercipta budaya berbagi pengetahuan di masyarakat kita.

Home - ini adalah portal dari setiap member dimana dia bisa melihat berita terbaru, blog terbaru, pertanyaan terbaru, poll terbaru dan banyak informasi lainnya.

Blogs - tempat anggota bisa berbagi ide dan opini. Harus tulisan orisinil, jika hanya berita menarik dari Internet bisa dipasang di News

Groups - anggota sebenarnya bisa belajar dan berbagi pengetahuan tanpa menjadi anggota group, tapi fitur di group sangat banyak selain bisa untuk berdiskusi, berbagi dokumen dan foto, membuat event, dan membuat poll

Videos - dimana anggota bisa berbagi videonya sendiri ataupun video menarik dari Internet

Ask Question - fitur favorit untuk Q&A dimana setiap anggota bisa bertanya pertanyaaan apa saja dan anggota yg lain bisa menjawabnya, dan keduanya akan mendapat poin

Lounge - ini adalah tool kolaborasi real-time dimana anggota bisa menggunakan virtual whiteboard, chat, share desktop, audio dan webcam dan lain-lain. Bisa juga digunakan untuk mengadakan Web Conference

Basecamp - ini adalah tool untuk project management yg akan digunakan untuk program Project Avatar’s Challenge (coming soon!)

News - berita menarik dari seluruh dunia, setiap anggota bisa menulis di sini asalkan memasang sumber beritanya

Jobs Ads - tempat anggota memasang iklan pekerjaan

Chat - mesin chat kita sangat menarik, dgn chatroom dan kemampuan untuk mengirim handwriting ataupun file ke anggota yg lain

Selain fitur-fitur di atas Project Avatar juga menggunakan sistem poin dimana setiap kegiatan yg dilakukan anggota akan mendapat poin.

Dengan semua fitur tersebut, sekarang ada satu tempat untuk berbagi ide dan pengalaman lebih dari sekedar nge-blog. Dan di saat yg bersamaan platform ini bisa digunakan untuk terkoneksi dengan para profesional yg memiliki pengalaman yg berbeda dari seluruh dunia.

Sampaikan, walau hanya satu kata.

1000 Member Dalam 30 Hari!

June 6, 2011

Semuanya berawal dari mimpi. Mimpi untuk membangun komunitas buat profesional dan mahasiswa. Mimpi agar para profesional yg sudah berpengalaman baik yg di dalam maupun di luar negri memiliki wadah untuk berbagi ide dan pengalamannya buat yg lebih muda. Mimpi agar mahasiswa bisa mendengar langsung dari para profesional bagaimana dunia kerja yg sebenarnya. Dan tentunya memberi kesempatan buat para profesional dan mahasiswa kita bisa berinteraksi secara aktif dengan para profesional dari berbagai negara lain dgn menggunakan bahasa Inggris.

Malam ini adalah hari ke-30 semenjak email pertama gue (”I had a dream”) untuk mengumumkan tentang Project Avatar. Beberapa hari sebelumnya gue memutuskan untuk membiayai sendiri dan memulai project ini karena gue percaya ada sesuatu yg bisa bermanfaat bagi para profesional dan mahasiswa. Karena gue pernah jadi mahasiswa yg kurang mendapat informasi ttg dunia kerja kecuali jika ada acara temu alumni yg juga jarang. Karena gue pernah jadi alumni yg lulus dari perguruan tinggi ternama di Indonesia tapi tidak bisa dapat kerja karena masalah IPK. Karena gue pernah jadi profesional yg ingin kerja ke luar negri tapi tidak tahu caranya. Karena gue merasa ini saatnya berkontribusi dgn cara yg gue pilih.

Anggota ke 1000 baru saja bergabung malam ini. Angka 1000 mungkin terlihat tidak terlalu banyak jika dibandingkan dgn social media yg sudah mapan seperti LinkedIn dan Facebook. Tapi itu tidak penting. Karena memang Project Avatar mencoba menawarkan sesuatu dan tidak mau menjadi “just another social network”. Gue berharap wadah ini bisa memancing para profesional kita untuk lebih aktif berkomunikasi di pasar internasional, menunjukkan kemampuan dgn menulis dan mengadakan web seminar, dan mau menjadi mentor buat orang lain untuk membiasakan budaya berbagi pengetahuan.

Project Avatar dimulai di kepala sbg project Akhirat. Jika ada 1000 orang per bulan, atau bahkan 100, yg bisa mendapat manfaat dgn adanya Project Avatar, gue dan semua teman-teman yg sekarang membantu menjalankan komunitas ini sudah sangat bahagia.

Are you on Project Avatar?

Tiga Cerita

June 3, 2011

Ada seorang mahasiswa tingkat akhir suatu universitas. Di tahun-tahun sebelumnya dia hanya berfokus untuk bisa lulus ke tahun berikutnya. Namun kali ini berbeda. Dia akan lulus dalam waktu dekat dan harus mulai mencari kerja. Mahasiswa tersebut menyadari butuh lebih dari nilai yang bagus untuk mendapatkan pekerjaan. Dia juga menyadari bahwa dia tidak tahu seperti apa sebenarnya pekerjaan di dunia nyata.

Seorang profesional muda sudah sejak lama bermimpi untuk bekerja di luar negri. Dia tidak tahu caranya bagaimana tapi itu merupakan target dalam hidupnya. Si profesional mencoba membuat resume sebaik-baiknya dan mengirimkannya ke berbagai perusahaan di berbagai negara tanpa mendapat banyak respon. Dia berharap ada orang yang mau berbagi pengalaman dan bisa memberi dia petunjuk untuk mencapai mimpinya.

Dia sudah lama bekerja sebagai profesional di berbagai negara. Dia ingat bagaimana itu merupakan hal yang tidak mudah untuk mencapai posisi dia yang sekarang. Dia juga masih ingat berbagai proses wawancara yang harus dilalui setiap kali berpindah kerja. Bagaimana dia membangun koneksi dan reputasi di pekerjaan. Sekarang dia merasa sudah saatnya untuk berbagi pengalaman tersebut.

Apakah kamu merasa ketiga cerita di atas itu nyata?

Gue pernah jadi mahasiswa dan bahkan ketika sudah lulus pun tidak tahu bagaimana cara yang tepat dalam mencari kerja. Gue selalu ingin bekerja di luar negri walau gue tidak tahu bagaimana caranya atau apakah gue mampu untuk berkompetisi di pasar internasional. Baiknya gue berhasil lulus ujian CCIE lab. Dan tetap tidak mudah karena sertifikasi saja tentu tidak cukup. Bahkan dengan kemampuan dan pengalaman di lapangan gue tetap menghabiskan beberapa tahun mencoba untuk bisa mendapat kerja di Cisco. Gue harus melewati berbagai project sulit, membangun koneksi dan reputasi, sebelum akhirnya Cisco memberi kesempatan buat wawancara.

Jadi buat gue tiga cerita di atas itu nyata.
Dan mereka adalah alasan mengapa gue membuat Project Avatar.

Gue ingin membuat komunitas buat para profesional dan mahasiswa sehingga mereka bisa saling tolong-menolong untuk mencapai target berkompetisi di dunia pekerjaan global. Profesional yang berpengalaman bisa membagi pengetahuannya ke profesional yang lebih muda. Dengan melakukan itu dia menunjukkan kemampuan dalam mentoring dan kepemimpinan ke seluruh dunia. Profesional bisa membagi pengalamannya ke para mahasiswa sehingga mereka setidaknya bisa mengetahui bagaimana sebenarnya pekerjaan di dunia nyata. Dan dengan melakukan itu si profesional akan menjadi profesional yang lebih baik. Setiap kali kamu membagi pengetahuanmu maka pengetahuanmu juga akan semakin bertambah. Setiap kali kamu memberikan hadiah gratis ke beberapa orang mereka akan melakukan hal yang sama ke beberapa orang lainnya. Lalu kita memiliki budaya dalam memberi hadiah. Mahasiswa suatu hari nanti akan menjadi profesional juga dan akan melanjutkan rantai kebudayaan berbagi pengetahuan ini.

Ini adalah nilai yang gue percaya kita lakukan di Project Avatar.

Dan ini juga merupakan alasan mengapa di awal-awal gue mau membiayai project ini sendiri. Ini alasan yang sama yang membuat gue menghabiskan waktu di luar 40-jam seminggu untuk Cisco untuk membuat websitenya tetap berlanjut terus. Dan alasan mengapa di malam waktu libur seperti sekarang gue menghabiskan waktu untuk menulis blog ini :)

Dan gue percaya nilai tersebut. Gue percaya alasan-alasan itu.

Apa yang kamu percayai?

Project Avatar FAQ

May 20, 2011

Apa itu Project Avatar?
Project Avatar adalah komunitas profesional terbuka dgn satu tujuan: untuk membantu anggotanya dalam belajar, mendapat pengalaman, terkoneksi dgn yg lain, dan memasarkan profile mereka ke seluruh dunia. Project Avatar menggunakan platform social networking yg dimodifikasi untuk bisa mencapai tujuan tersebut.

Mengapa dinamakan ‘Project Avatar’?
Avatar = manifestasi yg terlihat atau pewujudan dari konsep abstrak. Avatar adalah profil kamu sebagaimana orang melihat dan mempercayainya. Komunitas ini adalah tentang project kamu dalam membangun avatar, supaya kamu bisa sukses sbg profesional di pasar internasional.

Siapa yg sebaiknya bergabung?
Siapa saja yg ingin menjadi profesional yg lebih baik bisa bergabung di Project Avatar. Mahasiswa bisa bergabung untuk belajar ttg dunia kerja yg sebenarnya langsung dari para profesional. Pengajar atau eksekutif juga bisa bergabung untuk berbagi ide dan pengalaman mereka.

Apakah komunitas ini hanya untuk profesional IT?
Walaupun sekarang banyak anggota yg merupakan profesional di bidang IT dan Telekomunikasi, komunitas ini sebenarnya terbuka buat siapa saja. Kamu bisa membentuk group dgn orang-orang yg memiliki profesi yg sama menggunakan platform ini.

Mengapa kita tidak menggunakan social network yg sudah ada saja?

Social network yg lain ada yg terlalu pribadi, digunakan untuk berhubungan dgn orang-orang dekat, dan sulit untuk mencampur profesionalism dgn permainan poker atau peternakan virtual, atau tidak memiliki fitur-fitur yg memudahkan para profesional untuk melakukan hal yg lebih selain membuat koneksi.

Apa bedanya dgn profesional network yg lain?
Profesional network yg lain bisa memberikan koneksi. Tapi hanya itu. Project Avatar menggunakan konsep mentoring dimana setiap orang yg ingin menjadi mentor bisa menggunakan fasilitas yg ada tidak hanya untuk membentuk group, meng upload video, menulis blog, dan berdiskusi di chatroom, tapi juga menjawab pertanyaan, membuat polling, berbagi dokumen dan mengadakan web seminar atau berdiskusi di virtual whiteboard. Dan mentor akan mendapat poin dgn melakukan hal tsb.

Bagaimana cara menjaga kontinuitas dari model mentoring ini?
Profesional yg lebih berpengalaman bisa mementor profesional yg lebih muda. Profesional bisa mementor mahasiswa. Suatu ketika mahasiswa akan menjadi profesional dan bisa mementor profesional yg lain atau mahasiswa.

Mengapa menngunakan bahasa Inggris?
Target Project Avatar adalah menghubungkan profesional dan mahasiswa dari seluruh dunia, sehingga bahasa yg digunakan adalah bahasa Inggris. Untuk profesional dan mahasiswa Indonesia ini adalah kesempatan untuk berlatih berkomunikasi dan terkoneksi dalam bahasa Inggris.

Apa maksudnya: Learn, Experience, Connect, Pitch?
Project Avatar menjadi penghubung dari 4 aspek yg diperlukan untuk bisa sukses di dunia profesional internasional: skill, pengalaman, koneksi, dan kemampuan untuk menjual dan memasarkan profil diri.

Bagaimana cara anggota bisa belajar dari komunitas ini?
Anggota bisa membaca ide dan kisah pengalaman profesional lain di blog, mendapat jawaban di forum atau Q&A, membentuk group belajar, mengikuti web seminar dan diskusi di virtual whiteboard oleh profesional lain.

Pengalaman apa yg ditawarkan?
Mempunyai koneksi ke profesional lain di seluruh penjuru dunia memberi pengalaman dalam berkomunikasi dan kemampuan untuk bekerja di dalam team. Project Avatar menerapkan Points System untuk mensimulasikan reward di dunia nyata yg bisa didapatkan jika kamu ikut berpartisipasi aktif di diskusi, berbagi ide dan pendapat, mengadakan seminar dan lain-lain. Dan dalam waktu dekat akan ada program Project Avatar’s Challenge.

Bagaimana dgn koneksi?
Di Project Avatar, tidak saja kamu bisa membuat koneksi ke profesional lain di pasar internasional, kamu juga bisa menunjukan kemampuan coaching dan leadership dgn cara menjadi mentor buat orang lain. Kamu bisa menggunakan fitur yg tersedia spt whiteboard virtual dan sharing desktop untuk berkolaborasi dgn profesional lain dan membangun hubungan yg lebih kuat.

Bagaimana caranya anggota untuk menjual (pitch) profil nya?
Semua kegiataan kamu di komunitas ini adalah satu cara untuk menjual profilmu. Recruiter atau siapa saja yg mau tahu lebih lanjut ttg kamu bisa melihat tulisan-tulisan di blog, rekaman web seminar yg kamu lakukan, apa yg sudah pernah kamu lakukan untuk membantu orang lain, berapa point yg sudah kamu dapatkan, apakah kamu pernah menjadi feature member dan sebagainya. Profesional yg lebih pengalaman bisa membantu supaya kamu bisa lebih baik ketika melakukan interview atau memperbaiki CV kamu di diskusi group dan forum. Dan dalam waktu dekat kita akan meluncurkan fitur-fitur video untuk membuat kamu bisa memasarkan profil kamu dgn cara yg lebih baik.

Apakah harus bayar untuk bergabung?
Tidak, untuk bergabung tidak ada biaya dan akan selalu gratis.

Apakah informasi pribadi saya akan disalah gunakan?
Tidak, informasi pribadi tidak akan digunakan tanpa ijin dari pemiliknya.

Apakah bisa mengikuti kegiatan komunitas tanpa bergabung?
Ya, tapi kamu tidak akan bisa berpartisipasi aktif di komunitas spt memberi komentar, menjawab pertanyaan, berdiskusi di forum, mengikuti polling, mendapat poin dan sebagainya.

Sampaikan

May 18, 2011

Seorang teman pernah berkata: it’s not what you know, it’s who you know (bukan apa yg kamu tahu, tapi siapa yg kamu kenal). Dia mengacu pada kenyataan bahwa untuk mendapat pekerjaan bukan lagi apa yg kita tahu atau skill yg penting, tapi siapa yg kita kenal yg bisa membantu dalam mendapat perkerjaan itu. Gue tidak setuju. Gue pikir pernyataan yg tepat adalah: it’s who knows you (siapa yg kenal kamu). Pernyataan yg komplit adalah: siapa yg kenal kamu, tapi kemudian apa yg kamu tahu (what you know) dan apa yg sudah pernah kamu kerjakan atau pengalaman (what you have done) akan berpengaruh kemudian.

Koneksi yg kuat bisa saja langsung memberi kita pekerjaan (gue pernah melihat ini, hal ini praktek yg suka terjadi di negara berkembang). Tapi koneksi saja mungkin hanya bisa memberi kita kesempatan buat wawancara. Sehingga apa yg kita tahu dan apa yg sudah pernah kita kerjakan akan membantu untuk bisa lulus wawancara dan mendapat pekerjaan.

Bagaimana caranya supaya orang kenal kita?
Salah satu cara adalah dgn menyebarkan pengetahuan yg kita punya. Jika kamu tahu tentang sesuatu tuliskan di blog, jawab pertanyaan yg diajukan orang lain, lakukan presentasi melalui web conference, dan sebagainya. Walaupun mungkin kita merasa pengetahuannya tidak terlalu sulit dan sepertinya tidak bermanfaat buat orang, tapi orang lain bisa jadi bisa mendapat sesuatu dari apa yg kita sampaikan! Dan dengan melakukan hal seperti ini orang-orang akan mengenal kita.

Project Avatar menyediakan fasilitas buat anggota komunitas untuk bisa menyebarkan pengetahuan, ide dan pelajaran dari pengalaman-pengalaman yg lalu. Sebarkan pengetahuan walaupun kamu merasa itu bukan hal paling sulit atau ide terhebat di dunia. Sesuatu hal yg kita tahu yg kita pikir sederhana barangkali bisa menjadi informasi yg sangat berharga bagi banyak orang.

Sampaikan, walau hanya satu kata.